Dampak Negatif Jika Bertengkar di Depan Anak

0
Tidak ada satupun anak di dunia berapapun usia mereka yang suka melihat orang tua bertengkar. Penelitian menunjukkan konflik dan pertengkaran bisa dipecahkan atau tidak bisa diselesaikan saat itu juga. Meski kerap mengabaikan eksistensi anak di dekat kita sebagai pertimbangan pantas tidaknya bertengkar. Apalagi di puncak emosi yang mau meledak.

Ada baiknya mulai menyadari anak bukan orang yang tepat berada di tengah perang meletus. Saat berselisih paham dan adu argumentasi, kemungkinan terjadi out of control sangat besar. Saat dilanda emosi bisa saja orang tua tidak sengaja mengeluarkan kata, sikap, atau tindakan yang bertentangan.

Dengan nilai-nilai baik yang selama ini ditumbuhkan di rumah. Jika anak melihat kejadian ini dia kehilangan keyakinan pada nilai-nilai yang ditanamkan itu. Lebih jauh bisa juga anak bingung.

Dan menjadi tidak respek karena orangtua sebagai role model melanggar ajarannya sendiri. Anak yang sering melihat pertengkaran orangtuanya bisa meragukan kebahagiaan dan kedamain yang dijanjikan sebuah ikatan perkawinan. Kemungkinan terbesar, jika orang tua tidak menyadari hal ini, anak akan mengalami trauma.

Dampak Negatif Jika Bertengkar di Depan Anak

Bisa jadi setelah anak beranjak remaja dan dewasa, dia akan malas atau takut menikah. Sebab dalam pikirannya untuk apa menikah kalau nantinya selalu diisi pertengkaran. Efek lain anak sering menyaksikan orangtua bertengkar adalah anak dapat menjadi individu minder dan tidak percaya diri. Sebab, mendengar orangtua yang disayanginya bertengkar bisa melukai hati anak. Perasaan dilematis inilah yang kemudian mengganggu pemikirannya. Jika terpaksa beradu mulut di depan anak-anak, usahakan untuk tetap menjaga kesopanan tanpa kekerasan. Pasangan tidak boleh saling memukul atau melempar barang-barang. Jangan berpikir anak-anak tidak dapat merasakan perang dingin orang tuanya yang bertengkar dan saling diam.

Dampak Negatif Jika Bertengkar di Depan Anak

Saat bertengkar dengan pasangan, jangan membuat anak-anak bingung dengan menyuruh melaporkan kelakuan pasangan atau memilih salah satu diantara orangtuanya. Jangan mengungkapkan informasi selama pertengkaran karena anak akan terpengaruh dan turut cemas. Orang tua kadang tak dapat menghindari bertengkar di hadapan anak. Cobalah untuk melakukannya hanya jika orang tua dapat menyelesaikan masalah tersebut. Ini mengajarkan anak-anak bahwa bertengkar juga bisa mendatangkan solusi.

Baca Juga: Beberapa Cara Mengajarkan Disiplin Pada Anak

Lebih penting lagi, selama bertengkar orang tua bisa memperlihatkan kasih sayang dan sesekali bercanda, meski tidak mudah. Bila dapat mengelola konflik dan pertengkaran dengan baik, akan membawa pelajaran berharga bukan saja bagi Anda berdua tetapi juga bagi anak-anak.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply