Kurangnya Ketajaman Penciuman Berisiko Kematian Dini

0
Waspadalah ketika indera penciuman tak lagi tergoda wangi parfum ataupun sedapnya aroma makanan. Ada kemungkinan menderita penyakit serius. Penelitian baru menemukan pria dan wanita yang kehilangan ketajaman indera penciuman lebih rentan enam kali untuk meninggal dalam lima tahun ke depan. Memburuknya penciuman tak secara langsung menyebabkan kematian.

Berkurangnya penciuman itu merupakan peringatan dini atas sesuatu yang berjalan tak semestinya. Uji penciuman sederhana bisa digunakan untuk mengidentifikasi lansia yang paling berisiko mengalami kematian dini. Penemuan tersebut sebagian bisa dijelaskan dengan usia, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi.

Namun, ketika semua faktor itu diperhitungkan, mereka yang kehilangan indera penciuman berisiko lebih besar tiga kali untuk meninggal. Bahkan kehilangan penciuman dengan level sedang bisa meningkatkan risiko kematian dini.

Sebenarnya tidak mampu mencium dengan benar memberikan peringatan dini akurat akan adanya kematian dini dibandingkan penyakit kanker atau gagal jantung. Hanya kerusakan hati parah yang sangat terkait dengan kematian dalam lima tahun ke depan. Satu kemungkinan adalah kesehatan saraf penciuman yang membawa informasi bebauan dari hidung ke otak yang merupakan tanda kesehatan secara keseluruhan.

Kurangnya Ketajaman Penciuman Berisiko Kematian Dini

Sebelumnya, ditemukan kehilangan indera penciuman ternyata berkaitan dengan penyakit alzheimer dan parkinson tahap dini. Sebuah studi baru menunjukkan, bahwa orang-orang yang memiliki masalah dengan indra penciuman mereka, kemungkinan berisiko lebih tinggi untuk kematian dini, dibandingkan dengan mereka yang tak memiliki masalah dengan indra penciuman. Hasil penelitian ini diolah setelah peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kematian, seperti usia, konsumsi alkohol, cidera kepala, merokok, atau bahkan demensia.

Kurangnya Ketajaman Penciuman Berisiko Kematian Dini

Dengan bertambahnya usia, kemampuan untuk mencium bau cenderung berkuranng. Gangguan indra penciuman juga dikaitkan dengan penyakit Alzhaimer dan penyakit Parkinson. Namun, studi baru menunjukkan bahwa demensia dan kondisi medis lainnya tak cukup menjelaskan hubungan antara kemampuan mencium bau dengan peningkatan risiko kematian. Hilangnya kemampuan penciuman seseorang juga berarti ada sel-sel di dalam tubuh individu yang tidak dapat beregenerasi sebaik sebelumnya.

Baca Juga: Dampak Negatif Jika Bertengkar di Depan Anak

Ini tentu bisa menempatkan seseorang pada risiko kematian yang lebih tinggi yang diakibatkan hal lain. Masih perlu dilakukan penelitian yang lebih besar lagi untuk melihat faktor-faktor lain yang memengaruhi kaitan kemampuan indra penciuman dengan kematian dini. Selain itu, juga untuk mengetahui apakah hal ini berlaku pada usia muda.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply