Penjelasan Menstruasi Haid Dalam Islam Yang Benar Sesuai Ayat Al-Quran

0
P MauTips.com, Jakarta. Haid menghalangi seseorang dari shalat, sedangkan istihadhah tidak menghalangi orang dari shalat. Akan tetapi cukup baginya menjaga agar darahnya tidak berceceran, lalu berwudhu setiap kali masuk waktu shalat jika darah tersebut terus keluar hingga shalat berikutnya. Seorang wanita dapat mengetahui suci dari haid dengan salah satu dari dua perkara.

Keluarnya cairan putih dari rahim, yaitu sebagai tanda suci. Kering sempurna, jika tidak ada cairan putih. Ketika itu dia dapat mengetahui bahwa dirinya telah suci. Misalnya jika dia tempelkan kapas putih ke tempat keluarnya darah dan ternyata kapas tersebut masih bersih, maka ketika itu dia telah suci, dan hendaknya dia mandi, lalu shalat.

Namun jika kapas itu masih merah, kuning atau coklat, maka jangan shalat (masih haid). Pada masa lalu, kaum wanita mengirim wadah yang di dalamnya terdapat kapas, padanya terdapat warna kekuningan, maka beliau berkata, Jangan tergesa-gesa (untuk menganggap telah suci), sebelum kalian mendapatkan cairan putih. (HR. Bukhari).

Baca Juga: Penyebab PMS Menstruasi Tidak Teratur Berlangsung Lama

Adapun jika cairan kekuningan dan keruh tersebut keluar pada masa-masa suci seorang wanita, maka dia tidak perlu menganggap apa-apa, seorang wanita tidak boleh meninggalkan shalatnya dan tidak harus mandi, karena hal tersebut tidak mewajibkan mandi dan tidak dianggap junub. Adapun jika hal tersebut bersambung dengan masa haid, maka dia dianggap haid. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply