Pikiran Negatif Membuat Tubuh Jadi Sakit

0
Pikiran dan tubuh saling terhubung satu sama lain. Jika sedang stres, biasanya suka terjadi gangguan lambung. Karenanya jangan sepelekan kekuatan pikiran, terlebih pikiran negatif. Mengingat pikiran negatif dapat menjurus pada masalah kesehatan yang serius. Banyak emosi negatif seperti rasa marah, takut, dan frustasi. Perilaku jelek lainnya yang telah dihubungkan dengan kesehatan yang buruk adalah kebencian.

Sementara itu, depresi juga telah dihubungkan dengan peningkatan risiko atas diabetes melitus tipe 2, serangan jantung, kemungkinan lebih besar untuk kecacatan di kemudian hari. Emosi telah menyebarkan efek terhadap proses tubuh seperti metabolisme, pelepasan hormon, maupun fungsi imunitas.

Satu teorinya adalah bahwa ketika sedang stres atau mengalami depresi, kadar kortisol meningkat, membuat sistem imunitas kurang mampu mengontrol peradangan yang terjadi di dalam tubuh dan dapat menyebabkan penyakit di kemudian hari.

Kecenderungan lainnya mereka yang merasakan emosi yang tidak enak, seperti stres atau sinis, lebih berkemungkinan untuk merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau tidak aktif secara fisik. Yang kesemuanya dapat memengaruhi kesehatan. Kemungkinan berikutnya, emosi negatif yang dialami seseorang bisa merupakan gejala awal dari gangguan kesehatan.

Pikiran Negatif Membuat Tubuh Jadi Sakit

Namun ada hal yang dapat dilakukan untuk mengenyahkan hal negatif yang dialami yaitu dengan mengubah perspektif. Cara tersebut akan membantu memperbaiki kesehatan. Setiap manusia pasti ingin bahagia namun setiap orang memiliki persepsi berbeda tentang bahagia, demikian pula cara untuk menjadi bahagia. Meski tak mudah untuk selalu merasa bahagia, seseorang bisa menciptakan kebahagiaannya sendiri karena dari otaklah kebahagiaan seseorang bermula. Indeks kebahagiaan juga dibuat secara global untuk menilai kesejahteraan masyarakat dunia. Selama ini, pembangunan ekonomi yang mengurangi kemiskinan dianggap sebagai pemicu utama kebahagiaan masyarakat. Kehadiran indeks kebahagiaan itu menimbulkan pro kontra. Indeks yang diharapkan bisa mengukur mutu manusia lebih utuh.

Pikiran Negatif Membuat Tubuh Jadi Sakit

Dibandingkan Indeks Pembangunan Manusia (HDI) itu dianggap masih terlalu menekankan aspek ekonomi dalam mengukur kebahagiaan manusia sebagai tujuan pembangunan. Terlebih, kebahagiaan bersifat fluktuatif dan sulit diukur. Kemampuan seseorang menilai diri yang jadi kunci rasa bahagia amat dipengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Konsep bahagia berdasarkan kemampuan berpikir itu banyak diajarkan dalam filsafat, agama, dan budaya Timur. Cara pandang itu membuat kebahagiaan lebih bermakna filosofis dan teologis.

Baca Juga: Beberapa Makanan yang Sebabkan Perut Kembung

Karena itu kebahagiaan amat terkait kemampuan otak. Seseorang yang bahagia tecermin dari ketenangan dalam hidupnya, tangguh menghadapi tiap tekanan dan cobaan. Ia juga memiliki kehidupan spiritual baik yang membuatnya mampu bersyukur, sabar, dan ikhlas.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply