Susu Hanya Pelengkap Bukan Pengganti Makanan Padat untuk Anak

0
Dari segi gizi, susu memang sumber protein dan kalsium. Tetapi susu bukan lagi makanan sempurna seperti anggapan umum selama ini. Susu dikelompokkan dengan sumber protein hewani lainnya seperti telur, daging, ikan, dan sebagainya. Terlalu banyak mengkonsumsi susu juga bisa menimbulkan efek kurang baik atau negatif bagi tubuh.

Sejak lama susu dipromosikan sebagai cara anak memiliki tulang dan otot yang kuat, serta mencegah bahaya osteroporosis bagi lanjut usia. Sebagian konsumen meyakini jenis susu yang paling sehat adalah susu mentah, yang langsung dari sapi tanpa melewati proses lanjutan.

Namun ahli kesehatan menyatakan, susu harus melewati tahap pasteurisasi untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Proses pasteurisasi dapat mempengaruhi beberapa vitamin yang terkandung di dalam susu.

Tapi sebenarnya susu bukanlah sumber utama dari vitamin tersebut. Proses pasteurisasi tidak terlalu mempengaruhi kandungan nutrisi dalam susu, namun bisa menyelamatkan banyak nyawa. Kampanye di media sosial menjabarkan banyaknya protein yang bisa didapat dari susu sapi bila dibandingkan dengan susu almond.

Susu Hanya Pelengkap Bukan Pengganti Makanan Padat untuk Anak

Susu tetap menjadi sumber kalsium dan bagian penting dalam pola makan seimbang, terutama untuk anak. Semakin banyaknya pilihan susu pertumbuhan di pasaran memudahkan para orangtua dalam mencukupi gizi buah hati. Susu pertumbuhan seharusnya diposisikan sebagai pelengkap, bukan sebagai sumber gizi utama bagi anak. Karena itu menggantikan makanan utama dengan susu pertumbuhan adalah tindakan yang kurang tepat. Setelah melewati masa ASI eksklusif, anak kemudian diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI hingga usia satu tahun. Setelah itu anak sudah bisa makan makanan yang dimakan keluarganya. Pemberian makanan yang bervariasi dan bergizi sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Hanya saja lebih baik lagi jika diberi susu sebagai pelengkap.

Susu Hanya Pelengkap Bukan Pengganti Makanan Padat untuk Anak

Pemberian susu sebaiknya tidak dilakukan mendekati waktu makan supaya anak tetap mau makan makanan utamanya. Susu pertumbuhan diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan gizi anak, bukannya untuk membuat anak kelebihan gizi. Sebaliknya, susu pertumbuhan justru bisa membantu mengontrol nafsu makan anak sehingga menghindari anak dari risiko obesitas. Konsumsi susu juga tidak akan meningkatkan risiko kegemukan.

Baca Juga: Disaat Batuk Madu dan Lemon Lebih Efektif Daripada Obat

Susu memang sudah mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Namun, bukan berarti susu dijadikan pengganti makanan padat untuk anak. Makanan padat diperlukan dalam tahapan anak mulai bisa mengunyah. Hal ini diperlukan untuk menunjang pertumbuhan giginya.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply