Tips Cara Mencegah & Menghindari Serangan Sakit Jantung Mendadak Tiba-Tiba

0
T MauTips.com, Jakarta. Kematian jantung mendadak tidaklah sama dengan serangan jantung biasa. Seseorang pada kondisi puncak misalnya bintang olahraga profesional, atlet remaja, pelari maraton yang tampaknya sehat, tidak seharusnya jatuh sakit dan meninggal karena penyakit jantung. Ini sangat menarik perhatian masyarakat karena langkanya serangan jantung mendadak di kalangan usia muda. Serangan jantung biasa disebabkan karena masalah pada dari sirkulasi atau saluran di jantung.

Serangan terjadi ketika terjadi penyumbatan mendadak arteri koroner sehingga memotong aliran darah ke jantung, merusak otot jantung. Sebaliknya, kematian jantung mendadak adalah karena masalah listrik dalam jantung. Ini terjadi ketika sinyal listrik yang mengendalikan kemampuan jantung memompa, mengalami hubungan arus pendek. Secara tiba-tiba, jantung bisa berdetak dengan sangat cepat, menyebabkan ventrikel jantung bergetar atau berdebar, dan bukannya memompa darah secara terkoordinasi.

Gangguan irama itu disebut fibrilasi ventrikel. Terjadi sebagai respons terhadap kondisi jantung yang menyebabkan gangguan tersebut, yang mungkin sudah atau belum terdeteksi. Penyebab nomor 1 kematian jantung mendadak adalah: hypertrophic cardiomyopathy(HCM), yaitu gangguan yang ditandai oleh penebalan abnormal dari otot jantung.

Baca Juga: Ciri-Ciri Tanda Gejala Awal Serangan Penyakit Jantung Koroner Bawaan

Kelainan bawaan dari arteri koroner meruipakan risiko lain untuk terkena kematian jantung mendadak. Kondisi lain yang bisa memicu kematian jantung mendadak mencakup gangguan listrik turunan dari jantung yang disebut sindrom QT panjang, kondisi peradangan jantung yang disebut miokarditis akut, dan sindrom Marfan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply