Awas! Kenali Tanda Ikan Asin Mengandung Formalin

0
A MauTips.com, Jakarta. Meskipun Jepang di kenal sebagai negara yang kerap memakan ikan ikanan untuk menunjang keberhasilan otak mereka, bukan berarti mereka akan memakan makanan ini setiap hari. Ikan merupakan hewan yang hidup di perairan. Selain murah, rasanya yang menjanjikan lidah tidak ada yang mampu menandingi.

Sayangnya tidak semua kandungan yang ada pada ikan asin ini baik untuk tubuh. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ada ikan asin yang berbahaya. Yakni mereka yang tinggal di sekitar industri, atau berada pada pembuangan limbah industri. Biasanya ikan ikanan ini juga ikut tercemar oleh logam berat. Sangat berbahaya jika sampai di konsumsi oleh manusia. Formalin adalah zat pengawet yang kadang digunakan oleh produsen ikan asin nakal untuk membuat dagangannya tidak mudah busuk. Akibat penggunaan zat kimia berbahaya tersebut untuk makanan, kesehatan konsumen yang menjadi taruhannya.

Padahal, ikan asin merupakan salah satu pilihan lauk sumber protein yang banyak disukai oleh masyarakat kita. Selain karena harganya murah, rasanya juga lezat terutama jika dikonsumsi bersama dengan nasi hangat dan sambal.

Apa tanda yang bisa dikenali pada ikan asin yang diawetkan memakai formalin, agar konsumen tidak tertipu dan membelinya? Berikut beberapa yang bisa Anda perhatikan.

Awet hingga jangka waktu lama
Formalin adalah bahan pengawet yang dipakai untuk membunuh bakteri pembusuk, sehingga membuat ikan jadi awet dalam waktu sangat lama. Jika ikan asin Anda tak berubah sama sekali bentuk dan baunya walau disimpan berbulan-bulan, maka waspadalah.

Bau ikan hilang
Ikan mempunyai bau amis yang khas, namun jika diawetkan memakai formalin maka bau itu akan hilang diganti dengan bau tajam bahan kimia. Aroma sedap dari ikan asin akan hilang, dan ini tentu mengurangi kelezatan.

Baca Juga: Tips Pakar Agar Pernikahan Langgeng dan Bahagia

Ikan menjadi alot, dan terlihat lembab atau basah
Tekstur ikan menjadi alot dan tampak masih lembab karena kurang dalam penjemuran. Formalin menyebabkan produsen mempercepat masa penjemuran ikan, sehingga ikan masih terlihat lembab. Dagingnya pun alot serta tidak mudah hancur jika ddigigit. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply