Tips Kelola THR Agar Tak Gigit Jari Usai Perayaan Lebaran

0
T MauTips.com, Jakarta. THR diberikan minimal satu kali gaji per bulan. Bahkan, karyawan dengan masa kerja di bawah satu tahun pun memperoleh THR, meski tidak mendapatkan tunjangan tersebut secara penuh. Tunjangan Hari Raya (THR) adalah hak yang diperoleh setiap pegawai menjelang lebaran.

Bahkan hak tersebut sudah tercantum di dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Tentu saja, THR adalah salah satu momen yang ditunggu pekerja menjelang hari raya. Namun, THR juga bisa menjadi jebakan finansial jika tidak dikelola dengan baik. Memang, masyarakat sebaiknya tak langsung kalap ketika menerima THR. Layaknya penghasilan, THR harus diatur sedemikian rupa agar merayakan lebaran menjadi tenang. Jangan sampai, THR yang menjadi solusi dari beban finansial saat hari raya malah jadi bibit masalah baru.

Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan THR sebaiknya dialokasikan untuk menunaikan kewajiban terlebih dulu. Misalnya, alokasi uang bagi tiket pulang kampung atau alokasi untuk memberi uang kepada orang tua.

THR sangat disarankan untuk melunasi kewajiban seperti cicilan dan utang. Sehingga, masyarakat bisa kembali fitri dari beban finansial selepas hari raya. Ada beberapa kriteria utang yang bisa dibayar menggunakan THR. Misalnya, utang yang benar-benar bermasalah, seperti kartu kredit yang menumpuk atau utang sewa rumah/indekos yang tak kunjung dibayar.

Jika memang pembayaran utangnya belum terlalu genting, hal itu bisa dibayarkan di lain kesempatan. Mengalokasikan THR secara teratur terbilang gampang-gampang susah. Kadang, masyarakat sudah kukuh pada pendirian, bahwa THR akan digunakan untuk bayar kewajiban. Namun, niat itu langsung buyar ketika THR sudah ada di tangan. Untuk itu, masyarakat perlu konsisten.

Caranya, masyarakat bisa langsung membagi THR ke dalam dua rekening, yakni rekening untuk membayar kewajiban dan rekening untuk kebutuhan hari raya. Jika langkah itu dirasa tak manjur, ia menyarankan masyarakat untuk langsung membayar kewajiban segera setelah THR cair. Secara ilmu perencanaan keuangan, penghasilan tambahan, seperti THR memang sebaiknya digunakan untuk membayar kewajiban.

Baca Juga: Tips Agar Si Buah Hati Semangat Berpuasa

Namun, jangan lupa bahwa THR juga ditujukan agar masyarakat bisa merayakan hari raya. Sehingga, sisa uang THR itu ada baiknya langsung digunakan untuk pengeluaran hari raya. Namun, jika sisa THR terasa kurang, jangan memaksa untuk berutang demi merayakan hari raya. Berutang baru bisa dilakukan jika memang kebutuhannya sudah mendesak. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply