Antara Kekhawatiran dan Pijakan Masa Depan, Influencer Cilik!

0
A MauTips.com, Jakarta. Laku anak yang menggemaskan menarik perhatian netizen. Tak sedikit anak yang kemudian mendadak menjadi ‘influencer cilik’. Abad digital diam-diam menuntun anak muncul di layar gawai. Lahir saat teknologi sudah berkembang, anak-anak zaman kiwari sulit lepas dari media sosial.

Sebagian orang berpendapat bahwa menjadi influencer cilik secara tidak langsung membantu mengasah kreativitas anak. Nyatanya, bisa iya, bisa tidak. Eksistensi anak di media sosial menjadi dua kategori. Pertama, anak-anak yang hanya sekadar posting, tampil, dan eksis. Kedua, anak-anak yang benar-benar membuat konten yang dapat mengembangkan kreativitas. Jika sebelumnya deretan kaum muda-mudi beramai-ramai menjadi influencer di media sosial, kini giliran bocah-bocah ‘ingusan’ yang unjuk gigi memamerkan kabisa-nya. Ditambah dengan gerak-gerik yang menggemaskan, kehadiran influencer cilik jelas menarik perhatian warga jagat maya.

Tak tanggung-tanggung, anak dibuatkan akun media sosial pribadi-terlepas dari orang tua-dan menjadi artis utama. Orang tua lah yang mengatur konten, mulai dari isi hingga mengatur kegiatan sang artis cilik. Kegiatan si artis cilik tak ubahnya influencer dewasa. Mereka membantu mempromosikan produk dan acara tertentu. Mereka juga punya durasi dan intensitas rutin mengunggah kegiatan sehari-hari yang dilakukan berkala.

Namun, sebagai catatan, jangan sampai titel sebagai influencer cilik ini mengganggu hak anak. Yang perlu diperhatikan orang tua adalah jangan sampai kegiatan selingan ini mengganggu hak anak. Orang tua perlu peka melihat anak. Kegiatan selingan tak akan jadi soal selama anak senang, menjadi bagian dari minat atau hobi anak, serta melatih keterampilan, dan rasa percaya diri anak.

Jika anak tak suka, orang tua diimbau untuk tak memaksa. Pasalnya, sebagus apa pun kesempatan yang didapat, menolak atau merasa tak suka adalah hak anak yang harus dihargai. Tak hanya di mancanegara, fenomena influencer cilik juga merambah ke Indonesia. Eksistensi anak di media sosial tak ubahnya kegiatan selingan.

Baca Juga: Jakarta X Beauty 2019, Berburu Make Up dan Skincare

Peminatan dan kepercayaan diri di media sosial bisa jadi modal anak untuk merambah dunia lain yang sesuai ketertarikan. Bukan tak mungkin jika influencer cilik bisa menjadi batu pijakan anak untuk masa depan. Di masa mendatang, anak bisa menggeluti hal serupa. Apalagi mengingat tren dan peluang karier di dunia digital yang semakin terbuka. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply