Begini Etika Ketika Mengunjungi Pameran Seni

0
B MauTips.com, Jakarta. Mengunjungi pameran seni bersama teman-teman tentu dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan. Di sana, kamu bisa dibuat terpukau oleh betapa kreatifnya karya-karya yang diciptakan oleh para seniman. Tapi jangan lupa, ada sejumlah aturan yang harus kamu perhatikan ketika mengunjungi pameran seni.

Yang pasti, aturan-aturan tersebut dibuat agar pameran berlangsung tertib dan nyaman. Kini masyarakat sudah tidak lagi canggung untuk pergi ke pameran seni. Bahkan. Pameran seni kini menjadi destinasi berlibur mulai dari remaja hingga orangtua. Karya-karya seni tersebut pun menjadi magnet untuk orang-orang pergi ke pameran seni. Meskipun, mereka datang hanya untuk berfoto tanpa mengetahui makna dari pameran tersebut. Fenomena ini jelas menguntungkan, karena masyarakat kini tidak menganggap pergi ke museum menjadi hal yang abstrak, melainkan menyenangkan.

Namun, di sisi lain mereka berisiko merusak karya seni karena sibuk berfoto tanpa tahu makna seni tersebut. Bukan saja di Indonesia, di luar negeri pun mengalami fenomena ini. Kebudayaan dan perilaku media sosial. Kondisi ini dapat disikapi dan diadaptasi, baik oleh galeri atau pun seniman dengan memberikan arahan kepada pengunjung.

Deputy Head of Committee Art Jakarta memberi himbauan, untuk turut serta melindungi setiap karya seni yang dipamerkan. Untuk membatasi mengambil foto dan tidak menggunakan flash, selalu mengawasi jika membawa anak kecil dan hargai pengunjung lain yang sedang mengantre menikmati seni.

Dilarang menyentuh karya seni merupakan aturan dasar yang biasanya berlaku dalam semua pameran seni. Tahu nggak kenapa sih sebenarnya karya seni tidak boleh disentuh? Hal ini dilakukan agar potensi kerusakan pada karya seni dapat diminimalisir.

Siapa tahu ketika kamu sekedar penasaran untuk menyentuh, karya seni tersebut tiba-tiba rusak atau bahkan jatuh tersenggol. Salah satu yang bisa membantu adalah dengan membeli katalog karya seni yang disediakan dalam pameran. Katalog akan memuat profil seniman dan deskripsi singkat karya mereka.

Baca Juga: Penelitian: Alkohol Lebih Berbahaya Bagi Otak dari pada Ganja?

Selain itu, biasanya kita juga dapat menjumpai penjelasan singkat dari kurator yang terpajang di samping karya seni. Untuk memahami semua karya seni yang dipamerkan, tentu akan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada sekedar memperhatikannya secara sekilas. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply