Cara Ini Bisa Deteksi Orang yang Sedang Bohong

0
C MauTips.com, Jakarta. Sangat sulit menceritakan cerita palsu, dan pasti Anda berpikir bahwa akan mudah untuk menangkap pelaku kebohongan. Itu tidak benar, karena para ahli pun masih sering salah dalam menilai pelaku kebohongan, karena kebohongan itu ada banyak macam, dan kejujuran hanya ada satu macam.

Dengarkan lebih dalam, ketika pembohong lebih cenderung menggunakan kata-kata daripada bahasa tubuh atau body language. Ada banyak sekali tanda kebohongan itu bocor, mulai dari pemilihan kata, tinggi rendahnya nada suara, sampai alur ceritanya. Bohong jelas bukan perbuatan yang terpuji, walau beberapa orang memberi pengecualian untuk kasus tertentu. Paling parah jika bohong sudah jadi kebiasaan untuk memperoleh keuntungan sendiri, ini jelas harus dihentikan.

Untuk terhindar dari kebohongan orang lain, atau menjadi korban akibat orang lain membohongi kita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk deteksi kebohongan tersebut.

Berikut cara mendeteksi orang yang sedang berbohong.

Tanyakan hal umum
Jika Anda ingin melihat tanggapan seseorang apakah sedang bohong atau tidak, tanyakanlah hal mendasar lebih dahulu. Misalnya tentang cuaca, apa yang dilakukannya saat libur, atau apa yang ia sukai dan hal-hal sederhana lain. Dari hal itu Anda bisa perhatikan apakah jawaban itu konsisten atau tidak.

Perubahan gestur tubuh
Amati perubahan gestur tubuh, ekspresi, gerakan mata, dan susunan kalimat yang ia pilih. Jika berbeda dari jawaban atas pertanyaan hal umum yang Anda tanyakan di atas, bisa jadi ia sedang bohong.

Berubah posisi duduk
Jika sedang duduk, maka ia bisa mengubah posisi duduknya. Jika berdiri pun sama, posisi berdiri bisa berubah. Gerakan dilakukan bisa tiba-tiba, seperti membunyikan tangan, atau menggeliat.

Ekspresi
Ekspresi atau rona wajah bisa berubah, walau kadang tidak terlalu tampak. Mereka bisa menggigit bibir, berkeringat sedikit, berkedip lebih cepat, dan lainnya.

Baca Juga: Payudara Besar VS Payudara Kecil, Mana yang Lebih Berisiko Terkena Kanker?

Perubahan intonasi suara
Nada suara pun bisa berubah jadi lebih tinggi atau lebih rendah, serta yang semula bicara cepat akan menjadi lebih lambat dan sebaliknya. Selain itu pilihan kalimat mereka juga berubah jadi lebih rumit karena otak bekerja keras untuk menyusun narasi atau cerita.

Akan tetapi peneliti tidak menyamaratakan hal itu karena setiap orang bisa berbeda-beda. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply