Cara Terbaik Menjadi Panutan untuk Anak-Anak

0
Memiliki orang tua yang hebat dan luar biasa tentu menjadi dambaan setiap orang. Orang tua yang hebat umumnya akan memainkan banyak peran dalam hidup baik sebagai guru, teman, atau perawat pribadi. Ketika anak berada dalam fase imitasi, anak senang meniru kegiatan yang dilakukan atau kata-kata yang diucapkan orang di sekitarnya.

Meniru merupakan pondasi awal dari kemampuan anak untuk belajar ketika mereka melihat apa yang dilakukan dan diucapkan orang-orang di sekelilingnya. Rasa ingin tahu yang besar mendorong anak mempelajari hal baru, salah satunya dengan meniru.

Orang tua perlu mengingatkan adanya batasan yang harus diketahui jika anak mulai meniru hal-hal negatif. Seperti misalnya diketahui bahwa si anak mendapatkan pengaruh negatif dari teman-temannya.

Bukan berarti melarang sama sekali, namun ada aturan dan batasan berapa lama ia boleh bermain dengan teman-temannya di luar rumah. Jika temannya terbukti memberi pengaruh negatif orang tua bisa memberikan sanksi yang sudah disepakati bersama. Apapun yang ditiru memang anak tidak selamanya positif, hal negatif pun bisa mereka tiru.

Cara Terbaik Menjadi Panutan untuk Anak-Anak

Ketika meniru, anak juga otomatis melakukannya sebagai bentuk kegiatan bermain. Daya imajinasi yang dimiliki anak turut mendukungnya dalam mencoba berbagai hal baru yang dilihat dan ingin ditirunya. Oleh karena itu penguatan bagi anak yang telah melakukan kegiatan positif akan membuat anak merasa bahwa apa yang dilakukannya sudah benar dan sesuai sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan rasa bangga akan keberhasilannya. Senyuman dan tepuk tangan ketika anak bisa menyuapkan sendok makanan ke dalam mulutnya akan membuatnya mengulangi perbuatan tersebut seiring dengan kemampuan motoriknya yang semakin berkembang dan terarah. Sebagai orang tua jangan pernah menunjukkan perilaku buruk di depan anak.

Cara Terbaik Menjadi Panutan untuk Anak-Anak

Karena itu bisa mempengaruhi mereka dan anak akan meniru sifat buruk dengan sangat cepat. Ini sebabnya harus lebih hati-hati bagaimana berperilaku di depan mereka. Daripada memarahi anak atau memberi hukuman yang keras kepada mereka, lebih baik menanamkan perilaku yang sehat dan kebiasan yang baik. Hindari mengkritik diri di depan anak, apabila tidak percaya diri dengan berat badan.

Baca Juga: Makanan Sebaiknya Dikonsumsi Segar untuk Kulit Sehat Bercahaya

Bisa saja anak terpengaruh karena mengirimkan pesan yang salah kepada mereka dan menyebabkan mereka juga ikut rendah diri. Jangan habiskan waktu dengan laptop atau smartphone. Ini mengirimkan sinyal yang salah kepada mereka. Anak akan berpikir tidak apa untuk melakukan hal sama.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply