Hal Yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Anak Tak Percaya Diri

0
H MauTips.com, Jakarta. Memiliki anak pemberani dan percaya diri memang bisa menjadi dambaan orangtua. Namun, cara yang digunakan juga perlu diperhatikan, Bun.

Tidak perlu sampai membuat harga diri anak terluka. Menjadi orang tua adalah salah satu tanggung jawab besar. Setiap perlakuan dan perbuatan yang dilakukan oleh anak bisa memengaruhi kepribadian anak. Oleh sebab itu, Bunda dan Ayah pun perlu lebih cermat dan berhati-hati lagi dalam bersikap. Beberapa hal seringkali tanpa disadari bisa membuat anak jadi minder alias tidak percaya diri. Jika ragu tentang apa saja yang bisa memicu anak menjadi minder, coba tanyakan beberapa pertanyaan ini pada diri sendiri. Apakah ada yang mungkin tanpa disadari sering Bunda lakukan pada anak? Berikut daftar pertanyaan bisa membuat anak jadi minder alias tidak percaya diri.

1. Apakah Bunda suka menghina dan mengolok-olok anak?
2. Apakah Bunda melabeli anak dengan kata ‘bodoh’, ‘tidak berguna’, atau ‘bebal’?

3. Apakah Bunda bersikap layaknya peramal dan mengucapkan kalimat seperti ‘kamu tidak akan pernah bisa melakukannya dengan benar’ atau ‘kamu pasti akan menumpahkannya’?
4. Apakah Bunda menuntut hal yang mustahil dicapai, misalnya seperti ‘kamu tidak mampu’, ‘kamu harus jago bermain basket, kriket, pidato, menguasai pengetahuan umum, juara sekolah, dll’.

5. Apakah Bunda memukul anak? (Mencubit, mendorong, menepuk bokong (meski pelan) juga masuk kriteria ini)
6. Apakah Bunda menyembunyikan kasih sayang dari anak atau mengatakan hal seperti, ‘mana mungkin kamu anakku kalau perbuatanmu seperti ini?’

7. Apakah Bunda membandingkan anak secara tidak adil dengan orang lain (saudara kandung, teman, dan diri Bunda semasa kecil)?
8. Apakah Bunda bersikap kritis akan segala hal? Misalnya ‘pakaianmu sangat kotor’ atau ‘kamarmu berantakan’.
9. Apakah Bunda mengkritik anak di depan orang lain?
10. Apakah Bunda menggunakan komentar sarkastik?

11. Apakah Bunda membuat semua keputusan untuk anak, tanpa memberinya pilihan?
12. Apakah Bunda secara sadar ataupun tidak menganut stereotipe akan gender? Misalnya, anak laki-laki yang menunjukkan empati diberi label feminin.

13. Apakah Bunda mengungkit kesalahan masa lalu anak berulang kali, tanpa menyisakan ruang untuk kesalahan?
14. Apakah Bunda bergegas menunjukkan solusi yang mudah, misalnya saat bermain puzzle?

Baca Juga: Manfaat Air Jahe Tak Sekadar Hangatkan Badan

15. Apakah Bunda bereaksi dengan negatif saat anak kurang berhasil?
16. Apakah Bunda membuat anak merasa bersalah atas hal yang paling sepele sekali pun?
17. Apakah Bunda memerintah, menyuruh, mewajibkan anak melakukan sesuatu? (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply