Kenali Beberapa Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Babymoon

0
K MauTips.com, Jakarta. Istilah babymoon pertama kali diperkenalkan oleh seorang penulis buku kehamilan asal Inggris, Sheila Kitzinger. Istilah tersebut dipakai untuk mendeskripsikan liburan romantis bersama pasangan yang umum dilakukan sebelum sang ibu melahirkan.

Meski sudah umum dilakukan banyak pasangan, tak jarang terlontar pertanyaan mengenai faktor keselamatan kandungan selama ibu hamil melakukan babymoon. Selagi menanti buah hati dan menyiapkan mental menjadi orang tua, tak dipungkiri rasa cemas dan stres sering kali menghantui, baik oleh ibu maupun ayah. Menjawab persoalan tersebut, banyak calon orang tua yang menjadikan babymoon alias bulan madu sebelum lahiran anak, sebagai ajang pelepas stres sekaligus mempererat hubungan.

Ibu hamil boleh melakukan perjalanan wisata sejak usia kandungan di semester ke-dua atau di antara 16 sampai 24 minggu. Selain perhitungan pribadi, pertimbangan dari dokter kandungan juga penting untuk didengarkan, terutama mengenai medan destinasi wisata yang dituju dan kondisi kandungan sebelum berangkat.

Jarak destinasi dan lama waktu tempuh untuk mencapai destinasi wisata juga penting untuk diperhitungkan. Ketika berada di posisi duduk terlalu lama, misalnya dalam penerbangan jarak jauh atau perjalanan darat di tengah kemacetan, wanita yang sedang hamil rentan mengalami pembengkakan dan keram.

Maka dalam perjalanan apapun ibu hamil dianjurkan melakukan peregangan sederhana setiap kurang lebih 90 menit. Informasi penting seperti letak rumah sakit terdekat atau kontak dokter kandungan di daerah setempat juga harus disiapkan datang ke lokasi babymoon.

Menu makanan dan minuman selama berwisata juga tak boleh luput dari ingatan. Makanan mentah, hidangan yang terlalu pedas dan tak terjamin kebersihannya menjadi pantangan yang jelas tak boleh dicicipi oleh ibu hamil. Bagi yang gemar wisata bahari, sebaiknya menunda kegiatan tersebut selama masih mengandung.

Baca Juga: Tips Sederhana Berwisata Untuk Turis Lansia

Kegiatan wisata yang mengguncang badan terlalu hebat serta berisiko seperti berkuda, selancar, snorkeling atau diving sebaiknya tidak dilakukan dulu oleh ibu hamil. Kalau berenang di kolam renang boleh, tapi kalau di laut tidak dianjurkan. Risiko kelelahan lalu terbawa arus dan tenggelam bisa membahayakan ibu dan janin yang dikandung. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply