Kenali Gejala Hamil Anggur Parsial dan Komplet

0
K MauTips.com, Jakarta. Keguguran adalah kematian tiba-tiba pada bayi yang terjadi pada fase trimester pertama atai kedua. Atau sebelum bayi mencapai usia kehamilan 24 minggu. Saat berbadan dua alias hamil, salah satu kekhawatiran yang bisa dirasakan para ibu adalah mengalami keguguran. Maka dari itu, penting buat para ibu hamil juga calon ayah untuk tahu hal-hal yang bisa memicu keguguran.

Hamil anggur, kondisi sebenarnya tidak sebagus namanya. Karena saat seorang ibu didiagnosis hamil anggur, maka itu pertanda tidak baik, Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, hamil anggur merupakan hamil yang tidak normal. Saat hamil anggur terjadi, yang terdapat di dalam rahim bukanlah janin yang seperti biasa kita lihat saat USG kehamilan. Isinya adalah gelembung darah. Penyebab hamil anggur akibat pertumbuhan plasenta yang abnormal, karena itu harus dipantau ketat. Ada dua jenis kehamilan anggur yakni parsial dan komplet.

Dalam kehamilan anggur komplet, jaringan plasenta abnormal dan bengkak, serta membentuk kista berisi cairan. Selain itu tidak ada pembentukan jaringan janin. Pada kehamilan anggur parsial, mungkin ada jaringan plasenta normal namun diiringi pembentukan jaringan plasenta yang abnormal.

Mungkin juga ada pembentukan janin, tetapi janin tidak mampu bertahan hidup, dan biasanya ibu hamil keguguran di awal kehamilan. Hamil anggur umumnya terjadi pada perempuan yang berumur lebih dari usia 35 tahun atau lebih muda dari usia 20 tahun.

Berikut gejala hamil anggur.

1. Pendarahan pada vagina dalam 3 bulan pertama kehamilan.
2. Terlihat gelembung-gelembung cairan seperti kumpulan buah anggur.
3. Mual dan muntah yang lebih parah daripada kehamilan normal.
4. Banyak tekanan atau rasa sakit di panggul.

Jika seorang ibu diketahui mengalami hamil anggur, biasanya disarankan untuk dikuret. Setelah itu, jika berencana untuk hamil, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

Baca Juga: Tips Agar Ibu Hamil Tetap Sehat dan Bobot Tak Naik Drastis

Dokter umumnya merekomendasikan untuk menunggu selama enam bulan hingga satu tahun sebelum mencoba untuk hamil lagi. Risiko kekambuhan hamil anggur sebenarnya rendah, tetapi lebih tinggi daripada risiko perempuan yang sebelumnya tidak memiliki riwayat hamil anggur. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply