Rahasia Orangtua Jepang Membuat Anaknya Patuh dan Disiplin, Tanpa Memarahi

0
R MauTips.com, Jakarta. Perilaku anak-anak merupakan hasil didikan orangtua mereka. Bisa dibilang hal ini benar dan yang menggelitik orang Jepang punya cara yang unik dalam mendidik anak-anak mereka. Prinsip orang Jepang yang dipegang teguh sejak zaman leluhur mereka adalah hidup dalam harmoni. Maksud dari prinsip ini adalah orang Jepang menjunjung tinggi kepentingan sebuah kelompok di atas kepentingan diri sendiri, singkatnya menjauhi sifat egois.

Bagi orang Jepang, mencederai kenyamanan orang lain merupakan aib yang sangat besar. Para wanita Jepang akan mendedikasikan seluruh waktu mereka untuk jadi ibu rumah tangga demi membesarkan anak-anak. Nilai tersebut ditanamkan sejak dini di keluarga Jepang. Dan yang bertanggung jawab atas prinsip tersebut sepenuhnya adalah sosok Ibu. Para wanita Jepang bukanlah tipe wanita karir ketika sudah berkeluarga. Seolah sudah menjadi keharusan dan budaya, para wanita yang memutuskan menikah akan mendedikasikan seluruh waktunya bagi keluarga bukan pekerjaan.

Para Ibu sebagai pelakon utama prinsip menjaga keharmonisan kelompok kadangkala terlihat bersikap berlebihan, apalagi untuk para gaijin (orang asing). Budaya mementingkan kepentingan orang lain sangat mengakar sehingga untuk memutuskan suatu hal sendiri dan berbeda dari masyarakat kebanyakan akan dengan mudah mendapat cap negatif dari sesama

Ibu rumah tangga. Prinsip orang Jepang adalah tidak merugikan orang lain dan sifat ini ditanamkan sejak dini. Pola hidup harmoni dalam kelompok ini ditanamkan sejak dini oleh para Ibu dengan berinteraksi langsung dan intens dengan anak-anak mereka.

Orang Jepang akan mendidik anak mereka untuk berempati tinggi, rasa empati inilah yang membentuk kepribadian mandiri seperti membawa pulang sampah hingga ke rumah, bertanggung jawab atas diri sendiri, dan menyelesaikan segala tugas sendiri.

Semua hal tersebut dilakukan atas dasar prinsip tak ingin merepotkan orang lain atau membuat keributan. Orangtua Jepang memiliki standar disiplin yang cukup ketat soal tindakan ekspresif anak mereka di depan umum.

Baca Juga: 4 Hal Yang Wajib Kalian Lakukan Sebelum ke Korea Selatan

Beberapa orangtua bahkan memutuskan untuk tidak mengajak keluar anaknya bila sang anak hiperaktif karena takut akan mengganggu kenyamanan orang lain. Bahkan orangtua pun tak segan untuk ikut meminta maaf saat sang anak berbuat salah pada orang lain. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply