Awas Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur

0
A MauTips.com, Jakarta. Bersantap saat sahur bertujuan untuk memberi kekuatan fisik saat menjalankan puasa dimana orang tidak akan makan dan minum kurang lebih 14 jam. Itu sebabnya asupan gizi saat sahur harus dicermati agar kesehatan terjaga selam menjalankan puasa. Bangun dari kelelapan tidur untuk melakukan sahur merupakan tantangan sendiri.

Rasa kantuk pasti akan mendominasi sehingga tak jarang orang kerap malas melakukan sahur. Karena harus bangun beberapa jam lebih awal dari biasanya, banyak orang akan mengantuk setelah makan dan ingin kembali ke tempat tidur. Kebiasaan tersebut dianggap wajar karena berkurangnya waktu tidur selama bulan Ramadan. Padahal tidur setelah makan memberi efek negatif bagi kesehatan tubuh baik jangka pendek maupun jangka panjang. Bahkan beberapa kasus berujung pada kematian. Berikut efek negatif langsung tidur setelah bersantap sahur.

Penimbunan lemak
Jika mengonsumsi makanan berlemak atau makanan dengan proses menggoreng, ini akan lebih memperburuk kesehatan. Pada saat kita tidur, tubuh hanya membutuhkan sedikit energi sehingga makanan yang dikonsumsi tidak dimanfaatkan dan akan tertimbun menjadi lemak.

Peningkatan asam lambung
Proses pencernaan makanan melibatkan makanan. Jadi setiap ada makanan masuk ke tubuh, asam lambung akan meningkat. Bila makanan tidak tergiling sempurna, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung. Gejalanya nyeri di sekitar ulu hati atau perut kiri bagian atas. Bisa juga menimbulkan sensasi panas di dada. Bagi yang memiliki riwayat sakit maag, sebaiknya hindari kebiasaan tidur setelah sahur.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung
Refluks asam terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup secara sempurna. Hal ini biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi yaitu perubahan posisi. Posisi terlentang dapat menyebabkan makanan yang belum sempurna dicerna dapat berbalik dari lambung ke kerongkongan.

Makanan ini membawa serta asam lambung, sehingga keberadaan asam lambung di kerongkongan dapat menimbulkan iritasi, bahkan luka. Rasa panas di dada, tenggorokan panas, mual, sendawa dan mulut pahit adalah gejala-gejala yang menunjukkan adanya refluks. GERD dapat dicegah dengan menunggu makanan tercerna sempurna dulu, sebelum tidur.

Baca Juga: Daftar Lengkap Inspirasi Menu Sahur Ramadan 2018

Ganggan saluran pencernaan
Normalnya, pengosongan lambung manusia berlangsung sekitar dua jam setelah makan. Namun posisi berbaring saat tidur dapat menghambat proses pengosongan lambung tersebut. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Comments are closed.