Awas, Laporan Kasus Temukan Cegukan Bisa Jadi Gejala Baru Corona

0
A MauTips.com, Jakarta. Peneliti di Cook County Health, menggambarkan apa yang dialami seorang pria usia 62 tahun. Pria dengan riwayat diabetes, hipertensi dan penyakit arteri koroner datang ke Unit Gawat Darurat Pusat Kesehatan Cook County setelah mengalami cegukan empat hari secara terus-menerus.

Tapi pria itu tak menunjukkan gejala seperti demam, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, nyeri dada atau sesak napas. Tak ditemukan gejala-gejala seperti dalam daftar yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Sebuah laporan kasus Covid-19 yang baru-baru ini diterbitkan American Journal of Medicine menduga cegukan terus-menerus atau disebut hiccoughs bisa menjadi gejala baru infeksi virus corona. Satu-satunya masalah medis yang dideteksi adalah sejumlah penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan penyakit arteri koroner. Pemeriksaan fisik seperti suhu tubuh juga tak mengungkap banyak hal. Kala itu suhu tubuhnya 37,3 derajat celcius. Kemudian beberapa pemeriksaan pun tetap dilakukan seperti foto toraks, CT dada, termasuk juga uji Covid-19 sesuai dengan protokol penanganan pasien selama pandemi.

Pasien lantas dipindahkan ke ruang isolasi dan menerima perawatan. Hasil panel pernapasan dan swab juga dikirim ke tim medis Covid-19 untuk diperiksa. Perawatan gejala dilanjutkan dan pasien dipulangkan tiga hari setelah menunjukkan kondisi stabil. Dalam pembuka diskusi laporan disebut bahwa informasi mengenai karakteristik klinis Covid-19 berkembang pesat.

Karena itu data pun terus bermunculan dari seluruh dunia. Dalam kasus ini misalnya, cegukan terus-menerus ditemukan sebagai gejala infeksi Covid-19 yang muncul pada pria usia 62 tahun. Ini adalah laporan kasus pertama dalam literatur pengobatan darurat. Temuan kasus menyoroti dua hal penting yakni menekankan pentingnya evaluasi terperinci pada mereka yang mengalami cegukan.

Minimal, melakukan pemeriksaan riwayat secara menyeluruh, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan rontgen dada. Kedua, yang pokok adalah, dokter harus menempatkan infeksi virus corona ini sebagai kasus yang berbeda karena itu diperlukan tindakan ‘di luar kebiasaan’ pula dalam penanganannya.

Baca Juga: Tips Pernapasan yang Buat Tubuh Rileks dan Tenang

Sebab lebih banyak ditemukan kasus yang tidak biasa dalam perjalanannya. Itu sebab, dokter tetap harus waspada dan siaga dengan alat pelindung diri yang lengkap untuk menghindari paparan virus dari pasien yang tidak teridentifikasi. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply