Benarkah Kelamaan Duduk Sama Bahayanya Dengan Merokok?

0
B MauTips.com, Jakarta. Menurut sebuah studi terbaru duduk selama berjam-jam dapat menyebabkan aliran darah ke otak menjadi terhambat. Hal ini bisa mempengaruhi kesehatan otak dalam jangka waktu yang panjang. Bagi pekerja kantoran duduk terlalu lama di depan komputer memang sulit untuk dihindari sebab banyaknya tugas yang harus diselesaikan.

Selain pekerja kantoran, beberapa orang yang sering bermain game juga sering memakan waktu lama dalam posisi duduk. Otak membutuhkan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah untuk dapat bekerja secara normal. Dalam jangka waktu yang pendek, jika otak kekurangan darah bisa menyebabkan sulit berkonsentrasi dan mengingat sesuatu. Sedangkan dalam jangka yang lebih panjang bisa menyebabkan penyakit Neurodegeneratif seperti kemunduran kerja otak atau yang biasa dikenal dengan Demensia.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Liverpool John Moores University di Inggris yang melibatkan 15 orang dewasa yang berprofesi sebagai pekerja kantoran mengungkapkan bahwa melakukan gerakan sedikit saja ketika seseorang sudah duduk terlalu lama di kursi bisa sangat membantu kinerja otak.

Dari hasil penelitian tersebut, peneliti juga mendapatkan informasi yang penting mengenai kapan dan berapa lama kita perlu melakukan aktivitas lain selain duduk.

Kita seharusnya tidak boleh duduk lebih dari dua jam. Kalau sudah lebih sebaiknya stretching, jalan kaki, atau pergi ke toilet. Jika tidak, kita bisa terkena penyakit stroke, jantung, dan kolestrol. Dan yang paling mengerikan ketika kita terlalu lama duduk adalah setara dengan orang merokok.

Dengan kita terlalu banyak duduk itu, resiko kesehatannya bikin setara dengan orang merokok. Jadi kita pada saat duduk, kita hanya membakar hanya satu kilo kalori per menit. Dalam tiga jam duduk itu pembulu darah kita sudah mulai menyempit 50 persen dan aliran darah sudah tidak bagus.

Baca Juga: Manfaat Rahasia Dibalik Buah Nangka

Oleh karena itu kita jangan terlalu tunduk dengan mager (malas gerak) dan lebih digalakkan lagi. Karena jangan beranggapan kita tidak gerak, kita terbebas dari segala penyakit. Itu salah besar, malah penyakit yang ditimbulkan jika kita malas gerak bisa terkena penyakit non infeksi seperti diabetes, jantung, bahkan bisa terkena kanker. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply