Benarkah Suka Mengantuk Gejala Diabetes?

0
B MauTips.com, Jakarta. Rasa kantuk yang sering dirasakan oleh penderita diabetes ternyata lebih disebabkan oleh kurangnya aktivitas dan berat badan yang berlebih yang umumnya dimiliki oleh penderita. Banyak yang menyebut mengantuk merupakan gejala penyakit diabetes.

Medical Advisor Kalbe Nutritionals membenarkan mengantuk memang sering dirasakan penderita diabetes. Tapi bukan merupakan merupakan gejala diabetes. Untuk itu diperlukan serangkaian pemeriksaan yang memastikan kadar gula darah. Mengantuk yang dirasakan oleh penderita diabetes disebabkan karena kelelahan yang dialami penderita, baik ketika kadar gula darah tinggi ataupun rendah. Pada saat gula darah tinggi, konsistensi darah menjadi tidak normal hingga terjadi gangguan sirkulasi oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh. Sementara saat gula darah rendah, sel-sel juga akan kekurangan nutrisi dan oksigen untuk dapat bekerja dengan baik. Selain itu mengantuk bisa karena kurang aktivitas dan berat badan berlebih serta makan makanan berkalori tinggi.

Ada 4 gejala utama yang akan dirasakan oleh penderita diabetes, di antaranya sering merasa haus, mudah lapar, sering buang air kecil dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Gejala lain yang bisa menyertai adalah cepat lelah, kaki atau tangan mudah kesemutan atau kebas, luka sulit sembuh, pengelihatan kabur, gatal di kulit. Bagi laki-laki dapat terjadi impotensi, serta keputihan mungkin timbul pada wanita. Jika sudah didiagnosis menderita diabetes, dr. Ervina menyarankan untuk melakukan 3 hal agar kadar gula dara terkontrol.

Di antaranya rutin berolahraga 30 menit per hari, minum obat anti diabetes sesuai rekomendasi dan taati anjuran dokter, serta terapkan pola makan dengan prinsip 3 J, yakni jenis, jumlah, dan jadwal. Pilih jenis makanan dengan indeks glikemik rendah dan kaya serat, hindari karbohidrat sederhana dan gula.

Baca Juga: Lembur dan Sering Konsumsi Gorengan Bisa Sebabkan Kerusakan Hati

Bila perlu, ganti konsumsi gula dengan pemanis rendah kalori yang lebih sehat. Selain itu, jumlah atau porsi makanan harus tepat dan sesuai dengan kebutuhan kalori harian yang terbagi menjadi 3 kali makan besar dan selingan di antara jam makan besar. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply