Cara Mengetahui Tes Antigen Bisa Positif Palsu

0
C MauTips.com, Jakarta. Tes antigen sudah digunakan beberapa negara untuk mencegah gelombang kedua COVID-19. Meskipun hasilnya kurang akurat, namun tes antigen bisa memberikan hasil yang lebih cepat dengan biaya yang lebih murah, untuk membantu upaya negara mendiagnosis dan melacak mereka yang terinfeksi dengan cepat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat pertama (EUA) untuk tes antigen sebagai tes yang bisa digunakan mendeteksi COVID-19 pada bulan Mei 2021. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberi peringatan pada staf laboratorium klinis dan tenaga kesehatan bahwa tes antigen bisa memberikan hasil positif yang palsu. Peringatan tersebut diberikan setelah FDA menerima laporan hasil positif palsu terkait dengan tes antigen yang digunakan di panti jompo dan tempat perawatan lainnya. Hasil positif palsu bisa terjadi ketika pengguna tidak mengikuti petunjuk penggunaan tes antigen untuk mendeteksi SARS-CoV-2 secara cepat. Tes antigen berfungsi untuk mendeteksi protein di permukaan virus. Tes ini memerlukan usap hidung atau tenggorokan yang sedikit menimbulkan ketidaknyamanan, dan memberikan hasil yang lebih cepat daripada tes molekuler.

Namun, tes antigen dianggap kurang akurat. Membaca hasil tes, baik sebelum atau setelah waktu yang ditentukan dalam instruksi, bisa menghasilkan hasil positif atau negatif yang palsu. Tes antigen yang tidak disimpan dengan benar sebelum digunakan juga bisa menyebabkan hasil yang tidak akurat. Selain itu, memproses beberapa spesimen sekaligus juga bisa mempengaruhi hasil tes karena mungkin menyulitkan untuk menentukan waktu inkubasi yang tepat untuk setiap spesimen.

Petugas laboratorium untuk berhati-hati agar risiko kontaminasi silang saat menguji spesimen pasien bisa diminimalisir, karena hal itu bisa menyebabkan hasil positif yang palsu. Pembersihan ruangan yang tidak memadai, desinfeksi alat yang tidak memadai, atau penggunaan peralatan medis yang tidak tepat, seperti tidak mengganti sarung tangan saat menangani pasien berbeda, juga bisa meningkatkan risiko kontaminasi silang antara spesimen dengan hasil positif palsu berikutnya.

Baca Juga: Manfaat Ajaib Daun Kelor untuk Kecantikan Wajah

Secara umum, tes antigen tidak sesensitif tes molekuler. Sebab, adanya potensi penurunan sensitivitas dibandingkan dengan tes molekuler. Hasil negatif dari tes antigen mungkin perlu dikonfirmasi lagi dengan tes molekuler sebelum membuat keputusan pengobatan. Hasil negatif dari tes antigen harus dipertimbangkan dalam konteks pengamatan klinis, riwayat pasien, dan informasi epidemiologinya. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply