Ini Bahaya Tersembunyi ‘Nge-Fly’ Dengan Air Rebusan Pembalut

0
I MauTips.com, Jakarta. Mayoritas pemabuk air rebusan pembalut ini merupakan remaja yang belum dewasa. Mereka menilai di dalam pembalut itu terdapat zat adiktif yang bisa membuat orang merasa teler jika dikonsumsi. Menurut mereka pembalut wanita itu di dalamnya mengandung bahan-bahan psikoaktif.

Mungkin sebagai pengawet atau bahan yang lain. Tren fly dengan minum air pembalut tersebut berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditelusuri oleh pihak BNNP Jateng. Meski bukan gaya baru, kemunculan gaya ini tengah santer di masyarakat Jawa Tengah seiring sulit dan mahalnya mendapatkan narkoba jenis sabu. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) menemukan tren perilaku menyimpang anak-anak dan remaja yang menggunakan rebusan air pembalut bekas dan baru untuk nge-fly. Rebusan air pembalut ini dijadikan pengganti narkoba jenis sabu yang sulit didapatkan serta lem dan pil koplo yang semakin mahal.

Gaya baru mabuk ini tak cuma terlihat menjijikan tapi juga punya bahaya kesehatan. Selain kotor, rebusan air pembalut bekas itu amat berpotensi menularkan berbagai macam penyakit. Profesor dari RSIA Brawijaya mengungkapkan bahwa bahaya minum air rebusan pembalut tersebut akan berdampak pada kesehatan jika pembalut mengandung berbagai bahan kimia yang berbahaya.

Bila terminum tergantung bahan atau zat apa yang ada di pembalut. Kalau ada bahan kimiawi pasti berdampak, bisa iritasi lambung dan mual. Kalau pembalutnya bekas maka ada banyak kuman dan risikonya infeksi berat.

Dilihat dari kandungan darah dalam pembalut bekas, rebusan air pembalut bekas pakai itu dapat menularkan berbagai penyakit karena mengandung darah yang dapat membawa penyakit. Darah pada pembalut merupakan darah yang lepas dari dinding rahim. Semua penyakit yang bisa ditularkan lewat darah, bisa terkena.

Baca Juga: Daftar Makanan yang Harus Dihindari Saat Pilek

Seperti infeksi virus hepatitis dan HIV. Selain itu, perpindahan darah juga bisa menularkan penyakit tuberkulosis, sipilis dan malaria. Penyimpangan konsumsi rebusan air pembalut ini tidak benar secara etika, moral dan ilmu kesehatan dan tindakan itu sangat konyol. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply