Kebiasaan Sepele Penyebab Kaki Bau dan Cara Menghilangkannya

0
K MauTips.com, Jakarta. Ada banyak faktor yang bisa membuat kaki jadi bau. Salah satunya adalah kebiasaan buruk memakai sepatu tanpa kaos kaki. Selain itu, ada empat kebiasan lain yang kerap tanpa disadari dilakukan. Pernah risih kala harus melepas sepatu di rumah teman? Rasa tak nyaman ini bukan soal sepatu yang tak menarik atau bingung mau meletakkan sepatu, tetapi takut bau kaki menyeruak saat sepatu dilepas.

Jika tak ingin kaki bau, pastikan untuk menghentikan lima kebiasaan sepele berikut ini.

Pakai sepatu tanpa kaos kaki
Ada beberapa sepatu yang memang tampak keren saat dipakai tanpa kaos kaki. Mesi tampak fashionable, kebiasaan ini justru membuat kaki jadi bau. Mengenakan sepatu tanpa kaos kaki hanya membuat kaki jadi cepat panas sehingga produksi keringat semakin banyak.

Rajin pakai sepatu yang sama
Memiliki sepatu kesayangan dan nyaman dipakai membuat orang cenderung mengenakannya hampir setiap hari. Kebiasaan mengenakan sepatu yang sama jadi jawaban mengapa kaki selalu bau. Sepatu menampung keringat yang dihasilkan kaki sehari penuh sehingga bakteri penyebab bau punya lingkungan yang baik untuk berkembang biak.

Sepatu tak dibiarkan ‘bernapas’
Demi kerapihan rak sepatu, kadang orang meletakkan kaos kaki di dalam sepatu setelah dikenakan. Hal ini membuat sepatu tak punya kesempatan ‘bernapas’ dan jadi semakin lembab. Setelah dikenakan, biarkan sepatu ‘bernapas’ bebas atau jika perlu jemur sebentar agar kelembapannya berkurang.

Tak menjaga kebersihan kaki
Bukan cuma soal sepatu dan kaos kaki, kai yang bebau tak sedap juga bisa berasala dari kurang menjaga kebersihan kaki. Disarankan untuk mengenakan sandal saat pergi ke tempat yang lembab seperti kamar mandi, kolam renang umum, atau lokasi lain yang memungkinkan kaki menjadi lembab. Lokasi-lokasi demikian jadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.

Baca Juga: Menangislah Jangan Malu dan Dapatkan Manfaat Ini

Salah makan
Asupan makanan ternyata juga jadi faktor kaki berbau tak sedap. Makanan tinggi sulfur misalnya bawang bombay, bawang putih, kubis, kembang kol, bir, the dan kopi. Sedangkan makanan tinggi protein misalnya, telur, ikan dan daging merah. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply