Kenali Risiko Penyakit Serius Di Balik Kulit Gatal

0
K MauTips.com, Jakarta. Pada umumnya gatal dapat reda dengan sendirinya atau hilang setelah ditangani dengan obat-obatan bebas. Namun ada kalanya, gatal tidak kunjung reda dan berisiko menjadi gejala awal adanya kondisi yang lebih serius. Mengenali penyebab gatal penting untuk menentukan langkah penanganan.

Selain gigitan serangga yang menjadi penyebab gatal paling umum, berikut ini ada banyak hal lain yang dapat menjadi pemicu gatal. Penyakit atau kondisi kulit tertentu, seperti eksim, kudis, psoriasis, folikulitis, prurigo. Rasa gatal umumnya muncul pada area kulit tertentu seperti iritasi kulit, kulit merah, hingga bintik merah. Kulit kering (xerosis) dapat diduga menjadi penyebab rasa gatal.

Kondisi ini biasanya teridentifikasi jika tidak ada bintik merah atau perubahan lain yang tampak pada permukaan kulit. Kulit kering umumnya disebabkan oleh kondisi lingkungan, seperti udara dengan kelembapan rendah, terlalu lama mandi atau mencuci, serta terus-menerus berada di dalam ruangan ber-AC. Gangguan saraf, seperti sklerosis multipel, diabetes, saraf terjepit, serta herpes zoster.

Penyakit dalam seperti hepatitis, sirosis, penyakit celiac, anemia defisiensi besi, gagal ginjal, gangguan tiroid, leukemia, dan limfoma. Reaksi alergi dan iritasi terhadap bahan-bahan pakaian. Di masa kehamilan, sebagian wanita merasakan gatal pada bagian perut, lengan, paha, dan payudara karena perubahan hormon.

Tips Mencegah Gatal Menetap
Menggaruk bukanlah solusi gatal, menggaruk kulit tubuh yang gatal dapat membuatnya luka, berbekas, bahkan terinfeksi. Penanganan gatal yang tepat bergantung dari faktor penyebabnya. Jika dokter mendeteksi kemungkinan adanya penyakit yang lebih serius, Anda dapat diminta untuk menjalani tes darah untuk mengonfirmasi potensi kekurangan zat besi.

Baca Juga: Jika Alami Keracunan Segeralah Minum Susu Ini Alasannya

Pemeriksaan lain juga mungkin dijalankan untuk mendeteksi kemungkinan kelainan fungsi tiroid, gangguan ginjal, serta sinar X untuk memeriksa kelenjar limpa. Dokter kadang meresepkan calcineurin inhibitors (penghambat kalsineurin) untuk menekan kinerja sistem kekebalan tubuh sehingga mengurangi inflamasi kulit. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply