Kenali Tanda-Tanda Bayi Susah BAB Yang Harus Diwaspadai

0
K MauTips.com, Jakarta. Masalah bayi susah BAB memang tidak bisa dianggap enteng karena dapat berakibat buruk bagi perkembangan anak secara keseluruhan. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, penting untuk mengetahui cara menyikapi kondisi ini. Tanda-tanda bayi susah BAB perlu diwaspadai, sebab hal tersebut mungkin saja menandakan adanya kondisi serius yang mendasarinya.

Gangguan sistem pencernaan pada bayi kerap kali sulit untuk dikenali. Dengan mengetahui tanda-tanda dan penyebab bayi terkena konstipasi atau sembelit akan membantu bayi mendapat penanganan tepat yang dibutuhkannya. Jangan panik saat Anda mendapati kondisi bayi susah BAB.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak bisa lepas dari gangguan pencernaan yang satu ini, di antaranya.

Membuat anak aktif
Agar tinja terdorong oleh usus, ajak anak untuk bergerak lebih aktif. Jika bayi sudah bisa merangkak, maka membuatnya merangkak lebih sering bisa dilakukan untuk mendorong tinja agar lebih mudah keluar. Jika bayi masih belum bisa merangkak, menggerakkan kaki bayi selayaknya mengayuh sepeda juga bisa membantu.

Memijat perut
Pijatlah bagian bawah pusar bayi Anda, yaitu sekitar tiga jari dari pusar, dengan lembut. Pastikan buah hati Anda rileks dan tidak kesakitan saat melakukannya.

Mengganti susu formula
Jika bayi Anda mengalami konstipasi sejak mengonsumsi susu formula, maka gantilah dengan merek yang berbeda. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan susu formula yang sesuai dengan kebutuhan bayi Anda.

Mengombinasikan makanan
Saat bayi sudah waktunya mendapat makanan padat, usahakan jangan langsung memberikan makanan yang “berat”, seperti nasi. Pilih makanan yang kaya dengan serat dan berikan porsi yang tidak langsung banyak.

Mandikan dengan air hangat
Memandikan bayi dengan air hangat bisa membuatnya lebih rileks sehingga saluran pencernaan lebih mudah mengeluarkan kotoran. Cukupi kebutuhan cairan bayi

Agar proses pencernaan berjalan lancar, pastikan kebutuhan cairan si Kecil tercukupi. Berikan ASI lebih banyak, atau jika sudah di atas usia 6 bulan, bisa diberikan lebih banyak cairan lain dari air putih dan buah maupun sayuran yang dihaluskan, demi membantu kinerja sistem pencernaannya.

Baca Juga: Cara Mengatasi dan Penyebab Susah Buang Air Besar Setelah Melahirkan

Bayi susah BAB harus disikapi dengan tepat. Jangan biarkan hal ini berlangsung terlalu lama, karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan lebih lanjut, atau bisa jadi ini merupakan tanda adanya suatu penyakit yang serius. Konsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply