Konsumsi Beras Plastik Memicu Tumbuhnya Sel Kanker Dalam Tubuh

0
Beras yang diduga berbahan baku plastik ditemukan di Bekasi, Jawa Barat. Jika dikonsumsi manusia beras plastik akan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Karena plastik bukanlah bahan makanan untuk dikosumsi manusia. Dengan mengkonsumsi beras plastik dapat menganggu saluran cerna atau membuat pencernaan menjadi terganggu.

Kalau dimasak plastik akan terurai dan ada bahan kimia yang terurai masuk bersama makanan. Tubuh akan salah mengenali, akibatnya sistem pencernaan kita menjadi terganggu karena racun. Plastik merupakan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Plastik tidak akan diproses secara sempurna oleh sistem cerna manusia. Jika dikosumsi dalam jumlah banyak, konsumsi beras plastik dapat menimbulkan reaksi di saluran cerna.

Keluhan pencernaan akan muncul pada orang yang konsumsi beras plastik, seperti mual, kembung, muntah, jadi susah buang air besar. Semua berawal dari adanya laporan seorang warga yang diduga membeli beras plastik di Bekasi. Warga bernama Dewi meyakini beras yang dibelinya bercampur dengan plastik. Karena ia pernah melihat pemberitaan beredarnya beras sintetis di Indonesia.

Konsumsi Beras Plastik Memicu Tumbuhnya Sel Kanker Dalam Tubuh

Dewi merasa ciri beras yang disebutkan sama dengan yang ia beli. Dengan kejadian ini telah meresahkan banyak orang. Pasalnya beras tersebut tidak dapat dibedakan secara kasat mata karena bentuknya sangat mirip. Plastik adalah bahan kimia yang tak layak untuk dimakan. Gangguan pencernaan yang terjadi ada jangka pendek maupun jangka panjang. Gangguan jangka pendek yang bisa terjadi di antaranya diare, mual, kembung, dan muntah. Sedangkan efek jangka panjangnya adalah kanker. Benda asing dalam hal ini adalah plastik yang masuk ke tubuh sifatnya kimiawi dan sintetik. Umumnya, bahan kimia mengandung karsinogen, inilah yang nantinya bisa memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh.

Konsumsi Beras Plastik Memicu Tumbuhnya Sel Kanker Dalam Tubuh

Bahayanya plastik atau bahan kimia lain yang masuk ke dalam tubuh belum tentu bisa dikeluarkan oleh tubuh. Tubuh memang memiliki kemampuan untuk melakukan detoks, tapi sampai seberapa jauh kemampuan tubuh untuk melakukan detoks. Jika hanya konsumsi sedikit sekali, mungkin masih bisa dikeluarkan oleh tubuh. Namun, bagaimana jika tidak menyadarinya dengan mengkonsumsi yang dilakukan terus-menerus akan menyebabkan penumpukan dalam tubuh.

Baca Juga: Rahasia Dibalik Minum Air Hangat dengan Perasan Lemon Setiap Pagi

Hingga saat ini, masih dilakukan pemeriksaan terhadap beras yang diduga terbuat dari plastik, di laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hasil uji laboratorium akan membuktikan, apakah beras itu berbahan baku sintetis atau beras asli.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply