Kurang Tidur Menyebabkan Tubuh Sensitif pada Rasa Sakit

0
Segala sesuatu yang berlebihan memang berbahaya. Orang dewasa yang tidur lebih dari 8 jam setiap malam diketahui berisiko tinggi terkena stroke. Studi sebelumnya memang telah mengaitkan antara tidur terlalu lama dengan risiko stroke. Tetapi belum jelas benar apakah tidur lama itu menyebabkan atau sebagai gejala awal penurunan kesehatan otak.

Dalam penelitian yang diikuti hampir 9.700 orang di Eropa. Penelitian ini menelusuri pola tidur para responden dan adanya insiden stroke selama 10 tahun. Responden dalam penelitian ini pria dan wanita berusia sekitar 62 tahun ketika studi dimulai. Mereka ditanya mengenai durasi tidur setiap malam dan seberapa nyenyak.

Selama 10 tahun penelitian, 344 orang terkena stroke. Mereka yang tidur lebih dari 8 jam memiliki peningkatan risiko stroke 46 persen. Dan orang yang tidur kurang dari 6 jam risikonya terkena stroke 18 persen lebih tinggi.

Orang yang pola tidurnya berubah, dari tidur kurang dari 6 jam menjadi lebih dari 8 jam memiliki risiko 4 kali lebih besar menderita stroke dibandingkan dengan orang yang pola tidurnya konstan. Kurang tidur memang bisa memicu meningkatnya hormon stres yang akhirnya meningkatkan tekanan darah dan risiko stroke. Jam tidur yang panjang merupakan sinyal bahaya yang perlu diwaspadai.

Kurang Tidur Menyebabkan Tubuh Sensitif pada Rasa Sakit

Demikian juga halnya dengan orang yang pola tidurnya tiba-tiba berubah. Orang yang kurang tidur akibat insomnia atau gangguan tidur lainnya, ternyata lebih sensitif terhadap rasa sakit. Penderita insomnia yang melaporkan sulit tidur sekali perminggu 52 persen lebih sensitif terhadap rasa sakit dibanding yang cuma keluhkan sulit tidur sekali setiap bulannya yang hanya 24 persen. Semakin sering dan semakin parah keluhan insomnia, seseorang juga semakin tak tahan sakit.

Kurang Tidur Menyebabkan Tubuh Sensitif pada Rasa Sakit

Ini sebabnya ketika mengalami insomnia seseorang mengeluhkan rasa sakit dimana-mana. Dari sakit kepala, mata, otot pundak, bahu, tengkuk dan lain-lain. Sementara orang yang menderita insomnia dan nyeri kronis dua kali lipat lebih sensitif terhadap rasa sakit. Rasa sakit dan tidur memiliki hubungan yang erat. Sayang sampai kini kita masih belum benar-benar memahami mekanisme yang menghubungkan.

Baca Juga: Konsumsi Beras Plastik Memicu Tumbuhnya Sel Kanker Dalam Tubuh

Yang pasti pada pasien dengan insomnia dan nyeri kronis, pengobatan harus diarahkan pada kedua keluhan secara bersamaan. Membantu atasi insomnia dengan Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-i) dan pengobatan pada rasa sakitnya.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply