Mencegah Diabetes Berbahaya dengan Kurangi Minuman Manis

0
Diabetes atau yang sering disebut sebagai kencing manis merupakan salah satu penyakit berbahaya yang umumnya diderita oleh seseorang yang mengalami obesitas atau orang yang sudah berusia lanjut. Penyakit ini disebut kencing manis karena urine yang dikeluarkan tubuh memang mengandung banyak glukosa atau gula.

Hal ini disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal di dalam tubuh, sehingga urine tidak diproduksi secara baik. Penderita diabetes yang tidak segera ditangani bisa mengalami gagal ginjal yang tentunya sangat berbahaya. Meski jumlah pasien diabetes di Indonesia cukup banyak.

Masih saja ada mitos-mitos keliru yang dipercaya masyarakat tentang penyakit ini. Padahal, salah memahami diabetes bisa membuat penyandang diabetes salah langkah.

Penting bagi pasien diabetes untuk memahami apa saja yang perlu dilakukan agar bahaya diabetes lainnya tidak menyerang. Salah satunya dengan memilih makanan yang dapat menjaga gula darah. Diabetes adalah penyakit yang tidak bisa dianggap remah. Komplikasi penyakit akibat kadar gula darah yang tinggi sangat serius. Karena itu, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Mencegah Diabetes Berbahaya dengan Kurangi Minuman Manis

Salah satu cara mencegah diabetes adalah mengatur pola makan. Penelitian menunjukkan, mengurangi minuman manis dan menggantinya dengan air putih atau teh tanpa gula bisa menekan risiko menderita diabetes sampai 25 persen. Ternyata, setiap peningkatan 5 persen total energi yang berasal dari minuman yang mengandung pemanis, akan meningkatkan risiko diabetes sampai 18 persen. Namun jika minuman manis itu kita ganti dengan air atau teh dan kopi tanpa gula, insiden diabetes bisa ditekan sampai 25 persen. Kebiasaan mengonsumsi minuman mengandung pemanis akan menyebabkan kegemukan sehingga risiko mengidap diabetes pun meningkat.

Mencegah Diabetes Berbahaya dengan Kurangi Minuman Manis

Selain mengatur pola makan, diabetes juga bisa dihindari jika kita memiliki gaya hidup yang aktif bergerak. Indonesia menempati posisi ke-5 sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi berdasarkan International Diabetes Federation 2014, yaitu 9,1 juta jiwa. Dalam waktu satu tahun, jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat 600.000 orang. Untuk itu, menjaga pola makan sehat sangatlah penting agar kita memiliki gula darah yang stabil. Diabetes melitus merupakan gangguan kronis.

Baca Juga: Teknik Sederhana Atasi Otot Leher Lemah yang Menyebabkan Sakit Kepala

Namun, hampir 70 persen penderita tidak menyadari kondisinya dan belum terdiagnosis. Dalam jangka panjang, diabetes akan mengganggu fungsi organ vital tubuh, seperti jantung dan ginjal. Karena itu, perlu kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan berkala.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply