Nyamuk Ternyata Punya Trik Sendiri Untuk Hindari Pukulan Tangan!

0
N MauTips.com, Jakarta. Seringkali kita menepuk atau memukul nyamuk? Namun nyamuk lama-lama bisa menghindari karena ingat dengan aroma Anda. Itulah hasil penelitian yang menemukan nyamuk bisa belajar menghubungkan aroma tertentu dengan sensasi yang tidak menyenangkan, serupa dengan memukul nyamuk. Kemampuan ini yang membantu serangga pengisap darah menghindari aroma itu di lain waktu.

Ternyata ada sebab dan trik tersendiri yang dimiliki oleh nyamuk untuk menghindar dari pukulan Anda. Dari sebuah hasil penelitian terbaru yang telah diterbitkan dalam jurnal Current Biology, disimpulkan bahwa nyamuk mampu mengenali aroma Anda yang sering ia rasakan dan menghindar jika aroma itu mendekat. Jadi nyamuk belajar menghubungkan aroma dengan sensasi yang tidak menyenangkan yang ia rasakan, misalnya aksi memukul. Kemampuan tersebut membuatnya mampu terbang lebih cepat atau membuat manuver saat aroma Anda mendekat dengan cepat. Peneliti mempelajari reaksi nyamuk dengan memberi aroma spesies manusia atau hewan lalu diiringi kejutan mekanis seperti pukulan tangan.

Ternyata nyamuk mempelajari hal itu dan cepat mengetahui hubungan antara aroma dan kejutan mekanik. Ia lantas menggunakannya untuk informasi menentukan arah terbang. Tak heran jika beberapa ekor nyamuk terasa sulit sekali dipukul atau ditepuk walau posisinya sudah dekat dengan tangan kita.

Mereka ternyata belajar untuk menghindari tepukan manusia dari aroma dan gerakan tangan yang cepat. Analisis lebih lanjut mengungkapkan dopamine, pembawa pesan kimia yang membawa sinyal antara sel otak, juga berperan penting dalam belajarnya nyamuk. Namun, nyamuk yang dimodifikasi secara genetik yang kekurangan reseptor dopamine kehilangan kemampuan untuk belajar.

Baca Juga: Apakah Alasan Seseorang Hingga Berani Palsukan Postingan Sosial Media?

Percobaan menunjukkan tanpa dopamine, neuron tersebut cenderung tidak terpengaruhi, dengan menunjukkan nyamuk menjadi kurang mampu memproses dan belajar dari informasi aroma yang ada. Dengan memahami bagaimana nyamuk membuat keputusan siapa yang harus digigit, dan bagaimana belajar dengan perilaku tersebut, kita dapat lebih memahami gen dan dasar neuron dari perilaku. Ini bisa menyebabkan alat kontrol nyamuk lebih efektif. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply