Pahami Gejala Dan Cara Mengatasi Alergi Udara

0
P MauTips.com, Jakarta. Benjolan kecil kemerahan atau bentol di kulit bisa merupakan reaksi alergi terhadap bahan tertentu, seperti lateks dan detergen. Namun kadang, benjolan tersebut juga dapat muncul akibat terpapar udara panas, dingin, atau berpolusi. Alergi udara biasanya ditandai dengan reaksi kulit setelah terpapar udara dengan suhu tertentu atau udara berkualitas rendah.

Gejala yang timbul berupa kulit kemerahan, terasa gatal, bengkak, dan muncul bentol. Alergi udara dimaknai sebagai reaksi kekebalan tubuh yang muncul setelah terpapar udara dengan suhu tertentu atau udara berkualitas rendah. Reaksi alergi yang muncul bisa hanya sekadar gatal, namun bisa juga berupa reaksi yang membahayakan nyawa. Alergi merupakan reaksi kekebalan tubuh terhadap benda asing. Pada alergi udara, suhu udara tertentu menjadi faktor pemicu karena tubuh bereaksi berlebihan terhadap perubahan suhu.

Penanganan terbaik untuk alergi adalah dengan melakukan pencegahan.

Mencegah alergi udara dingin
Lindungi kulit dari perubahan suhu mendadak. Misalnya sebelum berenang coba celupkan dulu tangan atau kaki ke kolam, lalu tunggu reaksi kulit beberapa saat. Hindari makanan dan minuman dingin untuk mencegah pembengkakan pada lidah dan tenggorokan. Konsumsi obat antihistamin sebelum terpapar dingin, atau obat antialergi yang sudah diresepkan dokter.

Mencegah alergi udara panas
Jika gejala muncul setelah beraktivitas atau berolahraga, basahi kulit Anda dengan kain yang sudah direndam air atau cobalah mandi air yang sejuk. Jika stres menjadi pemicu timbulnya alergi, kelola stres dan temukan cara untuk menenangkan diri.

Kenakan pakaian longgar agar tidak mudah kepanasan.Karena Indonesia adalah negara tropis di mana suhu panas terjadi hampir sepanjang tahun, pasang kipas angin atau AC untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

Mencegah alergi udara kotor (berpolusi)
Menggunakan masker pelindung merupakan salah satu upaya mencegah alergi udara kotor. Terkadang polusi udara tidak bisa dihindari, seperti pada kasus kebakaran hutan.

Selain alergi udara, kabut asap akibat kebakaran hutan dapat menyebabkan iritasi mata dan infeksi saluran napas. Dalam kondisi seperti ini, Anda disarankan untuk berpindah lokasi ke daerah yang tidak mengalami bencana atau udaranya lebih bersih, sampai gejala reda.

Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Bayi Susah BAB Yang Harus Diwaspadai

Tidak ada obat yang benar-benar bisa secara mutlak menghilangkan alergi udara, namun menghindari faktor pemicu, menciptakan lingkungan yang bersih, serta mengonsumsi obat antialergi seperti antihistamin, dapat mencegah dan mengatasi gejala yang timbul. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply