Polusi Udara Dapat Memicu Stroke Dan Serangan Jantung

0
F MauTips.com, Jakarta. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari tiga juta orang per tahun meninggal karena pengaruh paparan polusi udara. Asap dari kendaraan, industri, pertanian, bahkan dari rumah ketika memasak disebut berpengaruh terhadap meningkatnya paparan polusi yang berdampak pada angka kematian.

Pada dasarnya yang membuat polusi udara berbahaya ada dua hal yaitu gas yang terkandung di dalamnya dan partikel halus. Gas sebagai contoh ada karbon monoksida, karbon dioksida, atau nitrogen dioksida. Ketika gas-gas tersebut dihirup maka seseorang akan kesulitan bernapas karena tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup. Selain itu selaput sensitif di mata, hidung, dan tenggorokkan juga bisa teriritasi. Polusi yang mengotori ruang udara untuk bernapas tidak bisa dipandang remeh. Paparan polusi udara pada tubuh mampu menimbulkan penyakit serius seperti stroke dan penyakit jantung.

Dan polusi udara menjadi pemicu kedua penyakit tersebut cukup signifikan di wilayah Asia Pasifik. Penyakit jantung menyumbang hingga 30 persen penyebab kematian tertinggi dunia. Pada saat tubuh terpapar polusi udara dimungkinkan terjadi kerusakan pada pembuluh darah, terutama di lapisan endhotilium.

Baca Juga: Tips Cara Mudah Mengangkat Debu Saat Mata Kelilipan

Selain dipicu oleh polusi udara, endothelium dapat rusak karena paparan asap rokok, kolesterol tinggi, dan diabetes. Termasuk juga, paparan elektromagnetik dari peralatan elektronik bisa memengaruhi kesehatan endhotilium. Beberapa efek kerusakan endhotilium adalah peradangan kuman yang memicu plak pembuluh darah, dan berakhir dengan penyumbatan. Plak dapat pecah sewaktu-waktu. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply