Rokok Elektrik Menyebabkan Penyakit Mematikan Paru-Paru Kronis

0
Saat ini siapa yang tidak kenal dengan rokok elektrik alias vaper. Sayangnya banyak fakta telah mengungkap bahwa setiap hisapan rokok elektrik tersebut mengandung zat berbahaya yang menyebabkan penyakit mematikan. Rokok elektrik juga sering diklaim sebagai pilihan yang aman dari rokok konvensional alias rokok tembakau.

Namun menurut penelitian ilmuwan Jepang, rokok elektrik bisa jadi agen penyebab kanker 10 kali lipat dibanding tembakau biasa. Rokok elektrik ini mempunya risiko karsinogen yang lebih berbahaya. Saat ini rokok elektrik ini semakin populer di seluruh dunia, terutama di kalangan anak muda.

Alat tersebut bekerja dengan memanaskan cairan berasa, yang sering mengandung nikotin, menjadi uap yang dihirup seperti rokok tradisional, tetapi tanpa asap. Peneliti menemukan karsinogen seperti formalin dan asetaldehida.

Dalam uap yang dihasilkan oleh beberapa jenis cairan rokok elektrik. Formalin, zat yang ditemukan dalam bahan bangunan dan balsam mayat, 10 kali lipat jumlahnya ditemukan pada rokok elektrik, daripada asap rokok biasa. Organisasi Kesehatan Dunia WHO meminta pemerintah untuk melarang penjualan rokok elektrik kepada anak-anak. Badan kesehatan PBB juga mengatakan rokok elektrik harus dilarang digunakan di dalam ruangan di lokasi umum.

Rokok Elektrik Menyebabkan Penyakit Mematikan Paru-Paru Kronis

Penggunaan rokok elektrik untuk jangka panjang bisa memicu penyakit paru-paru kronis. Peneliti Amerika memperingatkan ini karena mempengaruhi sel di paru-paru seperti asap rokok, bahkan dalam waktu satu jam. Paparan dalam waktu panjang juga bisa sebabkan emfisema, yang juga dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Penyakit ini membatasi aliran udara ke paru-paru dan termasuk penyakit seperti bronkitis kronik dan emfisema. PPOK menunjukkan gejala seperti kesulitan bernapas dan produksi lendir di saluran udara bawah yang berlebih.

Rokok Elektrik Menyebabkan Penyakit Mematikan Paru-Paru Kronis

Menurut estimasi terakhir, hampir 64 juta orang menderita PPOK dan tiga juta orang meninggal karena penyakit tersebut. Sel epitel bronkus manusia, selang paru-paru yang digunakan untuk menyalurkan udara ke paru-paru, dapat terpapar uap rokok elektrik dalam waktu satu sampai enam jam. Kondisi ini mengganggu proses protein dalam sel secara signifikan.

Baca Juga: Cara mudah Membuat Sepasang Kekasih Makin Romantis

Hal ini juga terjadi saat perokok aktif maupun pasif menghirup udara dari rokok tembakau. Efek dari menghirup asap rokok elektrik yaitu, dapat mengganggu sistem pernapasan, sehingga menyebabkan infeksi paru-paru. Rokok elektrik sangat melemahkan respon sistem kekebalan terhadap bakteri dan virus.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply