Tips Merawat Bayi Prematur di Rumah

0
T MauTips.com, Jakarta. Bayi yang kelahirannya sebelum mencapai usia kehamilan ke-37 mempunyai penanganan khusus untuk merawat bayi prematur. Hal ini karena ia lahir sebelum beberapa organnya tumbuh secara optimal. IUGR adalah sebuah kondisi ketika pertumbuhan bayi terhenti sebelum dilahirkan.

Oleh karena hal ini bayi terlihat sangat kecil dan tidak memiliki pertumbuhan yang normal seperti pola pertumbuhan janin normal. Merawat bayi prematur memang perlu penanganan khusus. Terutama selama dua tahun pertama kehidupan bayi, dan bila berat badannya kurang dari 1,4 kg. Merawat bayi prematur tersebut, misalnya saja bayinya harus di rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan dirawat di rumah. Bayi prematur biasanya diperbolehkan keluar dari perawatan rumah sakit apabila telah bisa menerima ASI tanpa bantuan pipa nasogastrik, berat badan naik dengan stabil, serta suhu tubuh yang tetap stabil di udara biasa. Orangtua berperan penting dalam tumbuh kembang bayi prematur. Berikut yang harus Parents perhatikan:

Menjadi orangtua kangguru
Sebutan orangtua kangguru merupakan istilah untuk parents yang selalu/sering menggendong bayinya. Parents bisa menggendong dengan memasukkan bayi langsung ke dalam bajumu atau menggunakan kain gendongan khusus agar kulitmu bersentuhan secara langsung dengan kulit bayi.

Lakukan dengan bergembira dan jangan takut menyakiti bayimu. Bayi akan mengetahui aroma tubuh, sentuhan, serta irama napas kita, yang pada akhirnya, dia akan selalu menikmati kedekatan denganmu.

Jadwal makan bayi
Awalnya, kebanyakan bayi prematur perlu disusui sebanyak 8-10 kali sehari. Hindari pemberian jeda dari waktu menyusui ke waktu menyusui selanjutnya lebih dari empat jam untuk mencegah bayi kekurangan cairan atau dehidrasi. Bila bayi menyusu dengan cukup, salah satu tandanya dapat terlihat dari bayi yang kencing sebanyak 6-8 kali sehari.

Imunisasi atau vaksin
Imunisasi diperlukan untuk melindungi bayi dari serangan penyakit serius. Pada dasarnya, jadwal imunisasi bayi prematur sama dengan jadwal untuk bayi yang terlahir normal. Bedanya hanya pada vaksin hepatitis B.

Jauhkan bayi dari orang yang sakit
Hal ini penting dilakukan untuk melindungi bayi dari risiko tertular virus oleh orang-orang di sekitarnya.

Jauhkan bayi dari tempat umum
Hal ini diperlukan selama minimal dua tahun pertama. Paparan asap kendaraan bermotor, asap pembakaran sampah, termasuk asap rokok pun wajib untuk dihindari karena paru-paru bayi prematur belum sempurna.

Baca Juga: Ragam Manfaat NowMe Live Commerce

Perhatikan posisi tidurnya
Posisi tidur bayi harus dipastikan telentang, tidak miring, atau tengkurap. Hal ini bertujuan mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak yang lebih umum terjadi pada bayi prematur dibandingkan pada bayi yang lahir sesuai waktunya. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply