Waspada Gangguan Kesehatan di Bulan Puasa

0
W MauTips.com, Jakarta. Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa kegiatan berpuasa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah puasa dapat membantu pembakaran lemak jahat di dalam tubuh, meningkatkan fungsi otak, dan juga mengurangi resiko penuaan dan penyakit berbahaya.

Tapi faktanya tidak jarang pula beberapa orang yang mengalami gangguan kesehatan saat berpuasa. Mungkin hal ini dikarenakan tubuh kita merasa kaget akibat perubahan pola makan yang tiba-tiba. Yang biasanya makan tiga kali sehari di waktu pagi, siang, dan malam. Perubahan pola konsumsi dan gaya hidup sedikit banyak bakal mempengaruhi kondisi tubuh saat bulan Ramadhan. Oleh karenanya, agar tak jatuh sakit dan beribadah tetap lancar, beberapa gangguan kesehatan yang kerap dialami saat bulan puasa ini patut diwaspadai.

Kelelahan
Saat bulan puasa, tubuh biasanya bangun lebih cepat pada dini hari untuk sahur dan tidur larut malam usai salat tarawih. Pola tidur yang berubah dan cenderung lebih sedikit sedangkan aktivitas tetap sama seperti biasanya membuat tubuh rawan kelelahan.

Kelelahan dapat membuat kantuk dan konsentrasi berkurang. Selain itu, saat tubuh kelelahan, maka tubuh lebih rawan terserang berbagai penyakit seperti masuk angin dan sakit kepala. Untuk mengurangi risiko kelelahan ini, ada baiknya mengonsumsi asupan vitamin dari sayuran dan buah-buahan atau menambah suplemen vitamin.

Asam Lambung
Gangguan asam lambung atau dikenal juga dengan maag merupakan salah satu penyakit yang kerap muncul saat bulan Ramadan. Asam lambung dapat meningkat saat perut kosong. Oleh karena itu, agar maag tak menyerang sebaiknya jangan lewatkan waktu sahur. Serta, hindari makanan dan minuman yang dapat meningkat asam lambung seperti kopi, soda, dan gorengan saat perut masih dalam keadaan kosong.

Baca Juga: Bahaya Tidur Pakai Kipas Angin, Kenali Efek Buruknya

Dehidrasi
Saat bulan puasa, sering kali tubuh kekurangan cairan dan membuat dehidrasi. Jika kebutuhan air tak mencukupi, sistem kerja organ dapat terganggu dan meningkatkan risiko penyakit. Salah satu tanda tubuh kekurangan air dapat dilihat dari bibir pecah-pecah, kulit kering, sertaurine yang berwarna dan berbau. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply