Waspada Katarak Saat Bayi Inilah Saran Dokter Spesialis Mata

0
W MauTips.com, Jakarta. Selama ini mungkin hanya mengetahui penyakit katarak akan diderita pada orang lanjut usia yaitu kakek ataupun nenek. Menurut the National Eye Institute (NEI) katarak adalah bercak putih pada lensa mata yang mempengaruhi penglihatan. Kebanyakan katarak berhubungan dengan penuaan.

Katarak sangat umum pada orang tua. Namun ternyata penyakit ini tidak menutup kemungkinan diderita pada bayi. Bayi yang terlahir prematur, ibu terkena rubella atau toksoplasma akan memperbesar kemungkinan bayi yang lahir memiliki gejala katarak. Dikutip dari National Eye Institute (NEI) ada beberapa jenis katarak pada mata, yaitu secondary cataract, traumatic cataract, congenital cataract dan radiation cataract.

Katarak kongenital adalah jenis kaatrak yang terjadi pada bayi sejak lahir. Meski jumlah penderita katarak ini sedikit, penyakit ini tidak bisa diremehkan begitu saja karena dapat mengakibatkan kebutaan permanen pada buah hati. Seorang bayi yang menderita katarak dan tidak segera dioperasi maka akan mengakibatkan munculnya gejala Ambliopia.

Sederhananya, jika orang sampai ambliopia, menggunakan kacamata apapun penglihatan tidak bisa kembali normal. Kabar buruknya adalah kasus terlambat deteksi masih sangat tinggi di Indonesia. Deteksi dini pada bayi dan operasi katarak sedini mungkin adalah solusinya. Kesadaran terhadap gerak gerik anak adalah hal yang perlu di perhatikan.

Baca Juga: Sakit Mag Juga Bisa Kambuh Karena Stres Selain Pola Makan

Lakukan 3 langkah sederhana berikut sebagai deteksi dini katarak bayi.

1. Bari bayi mainan warna-warni yang mencolok
2. Gerak-gerakkan mainan tersebut ke bagian arah
3. Perhatikan respon bayi.

Bayi dengan keadaaan normal akan merespon hal tersebut akan mengikuti gerakan mainan tersebut. Bila bayi tidak ada respon , maka segera konsultasikan ke dokter mata. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply