Beberapa Hal Ini Tidak Membatalkan Puasa

0
Marah-marah hingga berbohong sering disebut-sebut dapat membatalkan puasa. Padahal sebetulnya perbuatan semacam ini tidak dapat membatalkan puasa. Berikut beberapa hal yang tidak membatalkan puasa. Mimpi basah tidak membatalkan puasa karena hal itu terjadi tanpa unsur kesengajaan dari orang yang puasa. Orang yang sedang tidur tidak dapat mengendalikan mimpinya.

Orang yang sedang tidur, amalnya tidak dihitung oleh Allah SWT. Disuntik, karena suntikan ada dua macam. Pertama, suntikan infuse dengan suntikan ini bisa mencukupi kebutuhan makan dan minum, maka suntikan ini termasuk yang membatalkan.

Karena jika ada hal yang tercakup dalam makna nash syari’at maka dihukumi sama sesuai nash tersebut. Adapun jenis yang kedua adalah suntikan yang tidak mewakili makan dan minum.

Jenis suntikan ini tidak tercakup dalam konteks lafazh maupun makna. Jadi suntikan jenis ini bukan makan dan minum, juga bukan berarti seperti makan dan minum. Maka hukum asalnya adalah puasanya sah sampai ada dalil syar’i yang menetapkan bahwa hal itu membatalkannya. Mencicipi makanan, tidak mengapa seseorang yang sedang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu.

Beberapa Hal Ini Tidak Membatalkan Puasa

Selama tidak masuk sampai ke kerongkongan. Dengan demikian dibolehkan bagi seseorang yang sedang berpuasa untuk mencicipi suatu masakan kalau hal itu diperlukan. Dengan syarat, makanan itu tidak ditelan, tapi hanya sebatas di lidah saja. Donor darah, jika seseorang mengambil sedikit darah yang tidak menyebabkan kelemahan pada tubuhnya, maka hal ini tidak membatalkan puasanya. Baik itu untuk pemeriksaan medis atau untuk transfuse darah kepada orang lain ataupun untuk di donorkan kepada seseorang yang membutuhkannya. Tapi jika pengambilan darah itu dalam jumlah banyak yang menyebabkan kelemahan pada tubuh, maka hal itu membatalkan puasa.

Beberapa Hal Ini Tidak Membatalkan Puasa

Menggunakan obat asma, berdasarkan ketetapan Komite Tetap untuk Fatwa dan Penelitian Islam Arab Saudi, Lajnah Daimah menyatakan obat asma yang digunakan oleh orang sakit dengan cara diisap itu menuju paru-paru melalui tenggorokan, bukan menuju lambung. Karena itu, tidak bisa disebut makan atau minum dan tidak pula disamakan dengan makan dan minum. Akan tetapi, ini mirip dengan obat yang dimasukkan melalui uretra (saluran kencing).

Baca Juga: Cara Sederhana Berburu Tiket Pesawat Murah

Atau obat yang dimasukkan pada luka mendalam di kepala atau perut. Sebagaimana diketahui, bahwa hukum asalnya adalah puasanya sah sampai ada dalil yang menunjukkan rusaknya puasa, baik dari Al-Kitab, As-Sunnah atau ijma ataupun qiyas yang shahih.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply