Waspada Bahaya Air Minum Mineral Kemasan Botol Kaleng

0
Minuman kaleng selain menyegarkan dan terkadang membuat kita ketagihan meminumannya dari pada air putih. Kebiasaan mengkonsumsi minuman ringan menyebabkan jumlah konsumsi jenis minuman lainnya menurun seperti air dan susu. Hal ini menyebabkan konsumen minuman ringan kurang mendapat asupan kalsium. Asupan kalsium yang rendah dapat menyebabkan dekalsifikasi tulang, tulang rapuh.

Akhirnya akan berkembang jadi osteoporosis. Minum air mineral dalam kemasan botol sering kali dipilih karena kepraktisannya. Namun sebaiknya berpikir ulang setelah mengetahui bahwa botol kaleng menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

Molekul-molekul kaleng bahan kimia berbahaya bagi air tersimpan di dalamnya. Termasuk kimia ftalat yang digunakan untuk melembutkan botol. Bahan kimia ini dapat menyebabkan gangguan reproduksi, masalah hati hingga kanker. Bahan kimia bisa meleleh saat menyimpan botol kaleng saat terkena panas.

Tidak hanya itu, sekitar 1,5 juta ton plastik dan kaleng juga digunakan untuk memproduksi botol air setiap tahun di seluruh dunia. Dan pengolahannya tidak terlepas dari senyawa beracun, seperti nikel, etilbenzena oksida, etilen dan benzen. Banyak dokter gigi dan dokter anak khawatir kalau anak yang meminum air kemasan dapat mengalami gigi berlubang.

Waspada Bahaya Air Minum Mineral Kemasan Botol Kaleng

Kenyataannya, hampir sebagian besar air kemasan tidak mengandung fluoride dibandingkan air keran. Sebuah penelitian kecil menunjukkan adanya sedikit kecenderungan terhadap kerusakan gigi anak yang meminum lebih banyak air kemasan. Penggunaan botol atau gelas AMDK berulang membuat karsinogen tersebut larut dalam air yang kita minum. Terutama bila dilakukan dalam jangka panjang.

Waspada Bahaya Air Minum Mineral Kemasan Botol Kaleng

image source: http://bplh.bekasikota.go.id

Jika memang terpaksa menggunakan lagi botol atau gelas minuman kemasan perlu dicuci dengan sabun yang mengandung disninfektan atau antikuman. Sabun cuci untuk perabot rumah tangga sudah memenuhi standar ini. Botol dan gelas air minum dalam kemasan sering kembali digunakan. Bahkan, botol atau gelas itu dipakai berulang-ulang. Padahal sebenarnya, kemasan tersebut hanya untuk sekali pakai.

Botol air minum bukan hanya bisa dibuat dengan PET, tapi juga dengan PVC (Poly Vinyl Chloride), dan ini jauh lebih berbahaya karena bisa menimbulkan hujan asam bila dibakar. Bahkan PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya botol yang belum kering setelah dicuci tidak digunakan. Sebab botol yang lembab memungkinkan jamur tumbuh subur. Selain itu, setelah kering botol segera ditutup kembali.

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply