Tips Kelola Stres Saat Hadapi Wabah Corona

0
T MauTips.com, Jakarta. Saat ini pandemi virus corona (SARS-CoV-2) selain menyerang kesehatan fisik, juga berdampak pada kesehatan jiwa. Ahli kejiwaan merekomendasikan untuk tetap menjaga ‘kewarasan’ dengan menjaga ketenangan batin, menghindari kepanikan berlebihan, dan mengelola stres dengan cara yang benar. Manajemen stres dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan yang positif dan menyenangkan diri.

Lakukan pula aktivitas yang berhubungan dengan orang lain dengan memanfaatkan teknologi seperti menelepon, video call, media sosial, dan bermain game online. Menjaga ketenangan batin, misalnya dengan meditasi, berdoa, dan tetap bergerak dengan aktif di rumah misalnya bekerja giat, melakukan hobi, membereskan rumah, bermain dengan anak, bahkan berkebun dan memasak juga bisa jadi cara untuk mengelola stres di tengah masa penuh kecemasan, stres, depresi, seperti saat ini. Pandemi yang dialami saat ini bisa membuat orang cemas, stres, depresi, hingga memicu bunuh diri. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan orang bunuh diri di tengah wabah corona. Salah satu pemicu adalah isolasi selama pandemi. Hingga saat ini, di dunia terdapat tiga kasus bunuh diri karena Covid-19. Demi mengerem laju penyebaran virus Covid-19, ahli kesehatan dan otoritas di berbagai negara menerapkan kebijakan isolasi mandiri.

Kondisi ini pada sebagian orang bakal mengakibatkan kecenderungan rasa kesepian, lebih tertekan, dan tidak memiliki hubungan sosial. Isolasi yang berkepanjangan dengan situasi serba tak menentu membuat seseorang berada dalam kungkungan. Manusia yang tegar dan kuat sekalipun, dapat merasakan behavioral disengagement dan mental disengagement. Behavioral disengagement adalah kondisi saat seseorang kurang berusaha dalam menghadapi tekanan atau stresor.

Orang tersebut dapat menyerah atau menghentikan usaha untuk mencapai tujuan karena terganggu oleh stresor. Kondisi tersebut juga bisa dikatakan sebagai wujud ketidakberdayaan. Sedangkan mental disengagement adalah kondisi melarikan diri dari masalah dengan cara melamun, mengkhayal, tidur, atau terpaku menonton TV.

Baca Juga: Klaim Asuransi Axa Dengan Layanan Digital

Selain isolasi, terdapat faktor lain penyebab bunuh diri yang berbeda pada setiap orang. Misalnya, gangguan jiwa, genetik, kepribadian, psikososial, faktor nasional dan global. Pada masa isolasi, pencegahan untuk bunuh diri juga akan lebih sulit lantaran membutuhkan hubungan sosial dengan orang lain. Untuk mencegah bunuh diri selama masa isolasi di rumah saat pandemi, disarankan setiap orang untuk melakukan manajemen stres dan beradaptasi dengan physical distancing. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Lahir di Jakarta dan saat ini sedang bekerja di salah satu media informasi dan tips yaitu MauTips.com sebagai copywriter atau penulis artikel. Sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Leave A Reply